Usai Kembalikan Formulir Cabup Luwu Utara, Indah Salat Magrib di Sekretariat Partai Golkar
Indah Putri mengembalikan formulir beberapa jam setelah diambil oleh tim keluarga Kamis pagi.
Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Imam Wahyudi

Fraksi Golkar menjadi pengontrol kursi terbanyak dengan 11 kursi.
Di Fraksi Golkar, dua partai ikut bergabung, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
Baca: 7 Fraksi Terbentuk di DPRD Luwu Utara, Berikut Daftarnya
Baca: Dinas PUPR Gelontorkan Rp 18,7 Miliar di Kecamatan Terpencil Luwu Utara
Baca: Lawan PS Luwu, Gaslut Luwu Utara Target Tiga Poin
PDIP punya dua kursi dan PPP membawa satu kursi.
Ketua DPC PDIP Luwu Utara, Mahfud Sidiq Irjaz, mengatakan partainya bergabung dengan Fraksi Golkar karena tidak bisa membentuk fraksi sendiri.
"Kita berkoalisi karena kursi kami di DPRD Luwu Utara tidak cukup satu fraksi," kata Mahfud, Rabu (18/9/2019).
Mantan anggota DPRD Luwu Utara menegaskan, koalisi dengan Golkar dan PPP hanya sebatas fraksi.
Tidak ada kaitannya dengan Pilkada Luwu Utara yang akan dihelat tahun 2020.
"Saya sebagai ketua DPC PDIP Luwu Utara menegaskan bahwa koalisi dengan Golkar dan PPP hanya sebatas koalisi fraksi bukan pilkada," katanya.
Untuk urusan pilkada, PDIP terbuka bagi semua bakal calon.
Karena partai besutan Megawati Soekarno Putri ingin melihat Luwu Utara lebih baik ke depan.
"Kami punya catatan sendiri bagi calon kepala daerah yang layak kami dukung," paparnya.
Wakil Ketua DPRD Sulteng Incar Pilkada Luwu Utara
Muharram Nurdin merupakan salah satu bakal calon bupati Luwu Utara yang mendaftar di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Keluarga Muharram, Taufik Bin Rusdin menyerahkan berkas ke tim panjaringan PDIP tidak lama sebelum batas akhir pendaftaran.
"Saya yang mengantar berkas pendaftaran Pak Muharram Nurdin," kata Taufik, Selasa (17/9/2019).