Nurdin Abdullah Lapokan Jumras ke Polisi Gegara Proyek dan Hakl ini

Dia adalah Jumras, mantan Kepala Biro Pembangunan Sulsel dilaporkan karena kasus ujaran kebencian terhadap kepala daerah.

Nurdin Abdullah Lapokan Jumras ke Polisi Gegara Proyek dan Hakl ini
hasim arfah/tribun-timur.com
Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah (kanan) berjalan bersama PJ Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb di Balaikota Makassar, Jl Ahmad Yani, Makassar, Sulsel, Rabu (11/9/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Gubernur Sulsel, M Nurdin Abdullah rupanya diam-diam telah melaporkan mantan pejabatnya ke Polisi.

Dia adalah Jumras, mantan Kepala Biro Pembangunan Sulsel dilaporkan karena kasus ujaran kebencian terhadap kepala daerah.

Jumras dilapor lantaran dinilai melakukan pencemaran nama baik Gubernur Sulsel, saat memberikan keterangan di sidang hak angket DPRD Sulsel.

Kordinator Tim Hukum Gubernur Sulsel, Husain Junaid mengatakan Jumras dilaporkan ke Polisi pertanggal 18 Juli 2019.

"Jadi ini berawal saat sidang angket tanggal 9 Juli lalu. Pak Jumras saat itu menyatakan bahwa Gubernur menerima fee dari pengusaha,"  kata Husain via telepon, Rabu (11/9/2019).

Polres Enrekang Selidiki Dugaan Ijazah Palsu Legislator PPP

SEDANG BERLANGSUNG LINK LIVE STREAMING RCTI, TV Online Timnas Indonesia U19 vs Iran, Nonton Sekarang

Polsek Wajo Bekuk Begal di Jl Timor Makassar, Begini Kronologinya

"Klien kami (Gubernur) tentu tak terima pernyataan Jumras karena itu keterangan tidak benar dan pembohongan publik,"

Ia menyebutkan Jumras terpaksa dilaporkan ke Polisi karena tidak memberikan itikad baik kepada Gubernur Sulsel.

"Pak Gubernur waktu itu kasih ji keterangan ke media bahwa Jumras ini bohong. Dan saya (Gubernur) akan laporkan ke Polisi jika tidak minta maaf 2x24 jam," katanya.

"Dan tidak klarifikasi ke publik melalui media massa," ujarnya.

Ditambahkan Husain, Jumras mengaku bahwa Gubernur menerima fee 10 miliar dari pengusaha Agung Sucipto, dan Ferry untuk memenangkan dirinya saat Pilgub Sulsel 2018 silam.

Halaman
123
Penulis: Saldy Irawan
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved