Guru Cium Siswi di Wajo, Kepala Cabang Disdik Sulsel Wilayah IV Tunggu Hasil Penyelidikan

Kepala Cabang Disdik Sulsel Wilayah IV Wajo, Rakhmat mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak kepolisian.

Guru Cium Siswi di Wajo, Kepala Cabang Disdik Sulsel Wilayah IV Tunggu Hasil Penyelidikan
hardiansyah/tribunwajo.com
Kasat Reskrim Polres Wajo, AKP Bagas Sancoyoning Aji. 

TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, belum mengambil sikap sekaitan oknum guru SMA di Wajo yang lecehkan siswinya.

Kepala Cabang Disdik Sulsel Wilayah IV Wajo, Rakhmat mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari pihak kepolisian.

Cium Siswi, Oknum Guru di Wajo Dipecat? Begini Tanggapan Disdik Sulsel

Proyek Jalan Tol Layang Pettarani Dipastikan Molor Sampai Batas ini

2 LINK LIVE STREAMING Live MolaTV & TVRI Timnas Indonesia vs Thailand - Nonton di HP Tanpa Buffer

"Kami menunggu kesimpulan seperti apa kasus ini dari yang berwenang (penyidik)," katanya kepada Tribun Timur, Selasa (10/9/2019).

Rakhmat menyebutkan, pihaknya tetap akan menindaklanjuti kasus tersebut, sekaitan sanksi yang akan diberikan terhadap oknum guru PNS, KA (50).

"Kita akan tindaklanjuti sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku. Orang tuanya (korban) juga pernah datang menyampaikan dan sudah proses hukum," katanya.

Diketahui, kejadian pelecehan tersebut menimpa salah seorang siswa berinisial BA (15) di UKS, Selasa (27/8/2019) lalu.

Jangan Sembarang Beri Pin WASPADA Modus Baru Pencurian GoPay Mengintai Pelanggan GoJek

Berakhir Besok, Peserta Lelang Jabatan di Maros Baru Lima Orang

Hamzah Cs Bahas Komposisi Fraksi dan AKD DPRD Makassar

Oknum guru yang dilaporkan yakni seorang guru PNS berinisial KA (50).

Ia dilaporkan karena mencium pipi kanan dan kiri BA.

KA adalah guru mata pelajaran Biologi.

Akibat perbuatannya, KA pun terancam pasal 82 ayat (2) Undang-undang Republik Indonesia nomor 17 tahun 2016 tentang penetapan Perppu nomor 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas Undang-undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-undang.

"Di ayat satu maksimal lima belas tahun paling singkat lima tahun, dan denda paling banyak lima milyar. Ayat 2, ditambah sepertiga apabila pelaku tenaga pendidik," kata Kasat Reskrim Polres Wajo, AKP Bagas Sancoyoning Aji. (TribunWajo.com)

Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja

Langganan berita pilihan
tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved