Adnan Pastikan Beri Sanksi Tegas ke Pengusaha Tidak Taat Pajak di Gowa

Perekam transaksi online tersebut mulai dari hotel/penginapan, restoran/rumah makan, tempat hiburan hingga parkir.

Adnan Pastikan Beri Sanksi Tegas ke Pengusaha Tidak Taat Pajak di Gowa
Humas Pemkab Gowa
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan menghadiri Monitoring dan Evaluasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Desiminasi Wajib Pungut Hotel, Restoran, Hiburan dan Parkir, di Baruga Tinggi Mae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Selasa (10/9/2019) siang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mendorong pemberlakukan sistem pembayaran dan pemungutan pajak daerah serta retribusi secara daring.

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan memperingatkan para pelaku usaha, agar menggunakan alat perekam transaksi online atau tax monitoring system di setiap tempat usahanya.

Perekam transaksi online tersebut mulai dari hotel/penginapan, restoran/rumah makan, tempat hiburan hingga parkir.

Adnan menegaskan, akan memberikan sanksi kepada para pelaku usaha yang tak ingin mengindahkan aturan tersebut.

Musim Kemarau, Dua Sumber Mata Air PDAM Kering di Pangkep

Guru Cium Siswi di Wajo, Kepala Cabang Disdik Sulsel Wilayah IV Tunggu Hasil Penyelidikan

Cium Siswi, Oknum Guru di Wajo Dipecat? Begini Tanggapan Disdik Sulsel

Sanksi tersebut berupa menutup usaha yang bersangkutan. Pemkab Gowa akan memperingatkan dengan pemberian teguran selama tiga kali berturut-turut.

"Saya komitmen jika ada hotel, restoran, hiburan dan parkir yang sudah kita ajak menggunakan alat perekam transaksi online dan tidak mengindahkan kami berikan surat peringatan pertama," kata Adnan.

Kedua, katanya, jika masih belum mengindahkan, hingga peringatan ketiga, Pemkab Gowa akan keluarkan itu. "Artinya kita akan menutup usaha mereka," katanya.

Adnan hadir langsung dalam Monitoring dan Evaluasi Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Desiminasi Wajib Pungut Hotel, Restoran, Hiburan dan Parkir, di Baruga Tinggi Mae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Selasa (10/9/2019) siang tadi.

Menurut Bupati Adnan, jika pihak pelaku usaha tidak ingin dipasangkan alat perekam transaksi online ini menandakan tidak adanya transparansi pendapatan usaha.

Sehingga diharapkan hal tersebut dapat menjadi perhatian dan mendapatkan dukungan dari seluruh pihak utamanya para pelaku usaha.

Halaman
123
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved