Aktivis Anti Korupsi Pertanyakan Kinerja Polres Wajo

Proyek dan program diduga fiktif tersebut bersumber dari anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2017

Aktivis Anti Korupsi Pertanyakan Kinerja Polres Wajo
hardiansyah/tribunwajo.com
Kasat Reskrim Polres Wajo, AKP Bagas Sancoyoning Aji. 

TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Hampir sebulan pasca dinaikkan statusnya jadi tahap penyidikan, Polres Wajo belum menetapkan tersangka kasus korupsi pada sejumlah proyek fisik dan program pemberdayaan masyarakat di Desa Botto, Kecamatan Takkalalla, Kabupaten Wajo yang diduga fiktif.

Proyek dan program diduga fiktif tersebut bersumber dari anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2017 dan 2018, disinyalir merugikan negara hingga ratusan juta rupiah.

Baca: Tiga Perwira Polres Wajo Dimutasi, Ini Namanya

Baca: BREAKING NEWS: Dua Tahanan Kejari Wajo Kabur Saat Hendak Dititipkan ke Rutan Sengkang

Baca: Personel Polres Wajo Salat Gaib Untuk Brigadir Anumerta Hedar

Peneliti Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi, Hamka pun menyoal lambannya penyidikan kasus rasuah tersebut dan belum adanya tersangka yang ditetapkan.

"Perlu dipertanyakan itu, karena menaikkan status ke penyidikan menandakan penyidik sudah punya bukti kuat," katanya.

Hamka pun menambahkan, jika kasus tersebut dibiarkan berlarut-larut, maka asumsi publik pun bisa bermacam-macam.

"Kalau berlarut-larut tidak ada tersangka maka masyarakat bisa berasumsi macam-macam," katanya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Wajo, AKP Bagas Sancoyoning Aji menyebutkan, untuk penetapan tersangka kasus korupsi ADD dan DD Desa Botto menunggu tim BPKP turun langsung ke lokasi.

"Untuk penetapan tersangka tim BPKP belum turun meninjau lokasi langsung, kalau sudah dari situ akan mengaudit kerugian negara," katanya, Selasa (3/9/2019).

Lebih lanjut, hasil audit dari BPKP tersebutlah yang kelak akan dibawa ke Polda Sulsel untuk kembali dilakukan gelar perkara untuk mengetahui siapa tersangkanya.

"Kita sudah surati BPKP dan sudah ada balasannya, terkait jadwalnya akan segera disampaikan, kita tinggal tunggu BPKP," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved