Likuiditas Mengetat, Bank Kini Selektif Salurkan Kredit

Bank juga didorong menurunkan suku bunga baik pinjaman maupun dana pascapemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI).

Likuiditas Mengetat, Bank Kini Selektif Salurkan Kredit
shutterstock
Suku Bunga Bank

TRIBUN-TIMUR.COM - Sejumlah bank menghadapi pengetatan likuiditas. Sementara disisi lain, bank juga didorong menurunkan suku bunga baik pinjaman maupun dana pascapemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI).

Lalu bagaimana strategi bank untuk menjaga likuiditas dan tetap bisa menjaga perolehan laba hingga ujung tahun?

PT Bank Central Asia Tbk, salah satu yang menghadapi likuiditas yang kian mengetat yang ditandai dengan rasio loan to deposit ratio (LDR) menyentuh level 96%. Untuk menjaga likuiditas, bank swasta terbesar di Tanah Air ini lebih memilih sedikit mengerem penyaluran kredit.

"Dengan ketatnya likuditas ini maka strategi kami harus memproteksi diri sendiri. Kami berharap agar pemintaan kredit tidak terlalu banyak. Sebab kalau kredit digenjot malah bahaya, bisa terjadi perang di sisi funding," kata Direktur BCA, Santoso Liem, Sabtu (17/8/2019).

Baca: Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Perkenalkan QRIS, Ini Fungsinya

Baca: OJK: Jangan Pinjam di Fintech untuk Konsumsi

Baca: Genjot iB Hasanah Card, BNI Syariah Capai Pertumbuhan 17 Persen

PT Bank Mandiri Tbk juga menghadapi kondisi yang sama dengan LDR menyentuh 97,94 % per Juni 2019. Bank ini juga akan fokus menggenjot CASA dari sisi penghimpunan dana.

“Kami akan selektif mengambil deposito untuk spesial rate. Pasalnya kami juga ingin jaga NIM," kata Direktur Keuangan Bank Mandiri, Panji Irawan.

Bank pelat merah ini menargetkan menjaga margin bunga bersih di level 5,6% sampai penghujung tahun.

Plt Direktur PT Bank Tabungan Negara Tbk, Nixon Napitupulu juga mengakui adanya pengetatan likuiditas. Hanya saja, dia mengklaim, kondisi itu sudah sedikit mulai membaik jika dibandingkan posisi Juni 2019.

Guna menjaga likuiditas, bank spesialisasi KPR ini sudah menurunkan target pertumbuhan penyaluran kredit tahun ini menjadi 10-12%.

Sementara dari sisi DPK, Nixon yakin masih akan bisa mengejar pertumbuhan sekitar 10-11% walaupun BTN sudah mulai menurunkan bunga deposito spesial rate mengikuti penurunan bunga LPS sekitar 25 basis poin.

Halaman
12
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved