Berkat Program TJSL PLN, UMKM Terasi To Riolo dari Selayar Tembus Pasar Modern
Produk UMKM To Riolo Selayar binaan PLN berhasil tembus pasar modern dengan omzet puluhan juta.
Ringkasan Berita:
- UMKM To Riolo Selayar tembus omzet puluhan juta berkat TJSL PLN
- Mulai dari modal Rp7 juta, kini omzet Rp70 juta/bulan
- Produksi hingga 12 ton/tahun, sudah masuk pasar modern
TRIBUN-TIMUR.COM - Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, merupakan daerah dengan gugusan pulau dimana laut menjadi denyut kehidupan sebagian besar masyarakatnya.
Sejak awal tahun 2023, disana berdiri sebuah rumah produksi sederhana dari usaha yang dibangun dengan keberanian. Di tempat kecil itulah, semerbak aroma khas terasi udang menyebar, bercampur dengan harapan dan semangat yang tak pernah padam.
Usaha itu diberi nama To Riolo, oleh Patta Nawang (45). Bukan sekadar produk olahan laut, akan tetapi ini adalah perjalanan tentang ketekunan dan komitmen kuat untuk terus berjuang ditengah kondisi yang terbatas.
Sebelum menekuni usaha terasi udang ini, Patta Nawang adalah seorang pedagang pakaian, seperti baju, sepatu, dan tas. Namun kerasnya persaingan pasar membuat usahanya tidak mampu bertahan.
Di kondisi yang sulit itu, Patta Nawang memilih untuk beralih dan memulai kembali semuanya dari awal. Berdua bersama istrinya, dengan modal 7 juta rupiah sisa tabungan, dengan tekad yang kuat ia memutuskan untuk memulai usaha baru.
“Waktu itu kami tidak punya banyak pilihan. Tapi saya pikir, kalau tidak dicoba, tidak akan pernah tahu hasilnya. Jadi kami mulai saja, pelan-pelan dari rumah,” ujar Patta Nawang.
Nama To Riolo yang berarti orang terdahulu atau leluhur menjadi filosofi yang ia pegang, bahwa kualitas dan kejujuran rasa adalah hal utama yang tidak boleh ditawar.
Dengan modal yang ada awalnya ia memproduksi terasi sebanyak 50 botol, sebagian terasi dibagikan ke tetangga, teman, dan kerabat sebagai bentuk promosi. Dari situlah produknya kemudian dikenal, disukai, dan kepercayaan mulai tumbuh.
Perjalanan usaha ini tentunya tidak selalu mulus. Bahan baku terasi yang berasal dari laut dan tidak selalu ada serta proses pengeringan yang sangat bergantung panas matahari menjadi tantangan tersendiri.
Bahkan, Patta Nawang pernah mengalami kerugian karena mendapat bahan baku yang kualitasnya kurang baik, sehingga tidak ia gunakan.
“Pernah dapat kualitas udangnya tidak bagus, saya tidak mau pakai. Tak apa rugi daripada mengecewakan pelanggan,” tegasnya.
Keteguhan itu membuahkan hasil. Kini, Patta Nawang mampu memproduksi terasi To Riolo setiap harinya paling sedikit 300 hingga 500 botol tergantung cuaca, dengan total produksi mencapai kurang lebih 12 ton per tahun.
Usaha yang awalnya hanya dikelola dengan istrinya kini telah memperkerjakan sebanyak 7 orang yang berasal dari lingkungan disekitarnya. Omzet yang dihasilkan kini telah mencapai kurang lebih 70 juta rupiah per bulan.
Produk terasi To Riolo juga memiliki daya tahan cukup lama, mampu tahan hingga satu tahun dan telah berhasil menembus pasar modern, tersedia di beberapa minimarket dan supermarket di Kabupaten Kepulauan Selayar dan Kota Makassar.
| Srikandi PLN UIP Sulawesi Berkebaya di Hari Kartini, Wujud Semangat Perempuan Berdaya |
|
|---|
| PLN UIP Sulawesi Perkuat Integritas, Keselamatan Kerja, dan Pelayanan Inklusif bagi Tenaga Alih Daya |
|
|---|
| Hidupkan Semangat Kartini, PLN UID Sulselrabar Ajak Berbagi Lewat Donor Darah |
|
|---|
| YBM PLN UIP3B Sulawesi Salurkan Beasiswa untuk Empat Mahasiswi Dhuafa UNISMUH Makassar |
|
|---|
| PLN Sukses Jaga Pasokan Listrik Sulawesi Selama Ramadan hingga Nyepi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Terasi-To-Riolo-produk-UMKM-Binaan-Rumah-BUMN.jpg)