7 Fakta Guru Honorer Berzina dengan Siswinya, Ketahuan Hubungan Intim di Kelas, Kepergok Sosok Ini

Sudah saatnya orangtua memberikan pengasawan ekstra untuk putra putrinya. paslanya biasnaya sekolah menjadi tempat aman sebagai rumah kedua, justeru

7 Fakta Guru Honorer Berzina dengan Siswinya, Ketahuan Hubungan Intim di Kelas, Kepergok Sosok Ini
Tribun Batam
7 Fakta Guru Honorer Berzina dengan Siswinya, Ketahuan Hubungan Intim di Kelas, Kepergok Sosok Ini (Ilustrasi) 

7. Orangtua tak terima

7 Fakta Guru Honorer Berzina dengan Siswinya, Ketahuan Hubungan Intim di Kelas, Kepergok Sosok Ini6
7 Fakta Guru Honorer Berzina dengan Siswinya, Ketahuan Hubungan Intim di Kelas, Kepergok Sosok Ini6 (Tribunnews)

Tak terima atas hal itu, orangtua Bunga langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolres Merangin dengan tudingan pencabulan.

Walau ada rasa cinta di antara pasangan yang beda usia 14 tahun ini, namun tindakan guru itu tetap dianggap menyalahi, sebab Bunga masih termasuk anak di bawah umur.

(RASNIGANI/TRIBUNTIMUR)

Suaminya Pulang Kampung, Nur Aini Kepergok Berzina dengan Rofii di Atas Ranjang dan Berakhir di RS

Suaminya Pulang Kampung, Nur Aini Kepergok Berzina dengan Rofii di Atas Ranjang dan Berakhir di RS

Nur Aini tak menyangka kebersamaan dengan selingkuhannya Rofii ternyata kedapataan oleh keluarga dekat suaminya.

Nur Aini membagi cinta saat suaminya mudik, pulang kampung. 

Satu kampung heboh.

Peristiwa berdarah terjadi di Dusun Balongpoh, Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.

Pasangan selingkuh bersimbah darah.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban sedang selingkuh di rumah.

Inilah 2 Formasi Prioritas Penerimaan CPNS 2019, Perhatikan 7 Alur dan 5 Dokumen Wajib CPNS dan PPPK

Nur Aini (24) dan Muhammad Rofii (31) ditemukan tergeletak bersimbah darah di kamar lantai dua rumahnya.

Mereka diduga pasangan selingkuh, karena Nur Aini yang punya suami dan 2 anak berada dalam 1 kamar dengan pria asal Desa Tambakcemandi, Kecamatan Sedati, Sidoarjo tersebut.

Ternyata Oknum TNI AD Pratu DAT Penyuplai Senjata ke KKB Papua Bukti Lengkap, Begini Nasibnya Kini

Kecewanya Najwa Shihab Bos PLN Tak Hadir di Mata Najwa Tadi Malam, Presiden Jokowi Marah Diputar

Akhirnya Buka Suara, Inilah Identitas Wanita yang Dipakai Fotonya Nenek-nenek untuk Tipu Pemuda

"Pelakunya 2 orang. Sahit dan Kandah," kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, Senin (5/8/2019).

Menurutnya, ada saksi yang melihat 2 orang ini turun dari lantai dua rumah itu dengan membawa senjata tajam yang masih berlumuran darah.

Baca: Pagi Hingga Malam, Enrekang Bakal Diguyur Hujan Hari Ini

Baca: Sepanjang Hari Berawan di Pangkep, Cek Suhunya di Sini

Baca: Lowongan Kerja Bank Mayapada Cari Karyawan Banyak Posisi D3 Hingga S1, Cek Sekarang & Batas Waktu

Sahit (33) warga Kedungrejo terlihat membawa celurit.

Sementara. Kandah (37) warga Sampang Madura yang ngekos di Waru, memakai pisau untuk melukai korban.

Ternyata Oknum TNI AD Pratu DAT Penyuplai Senjata ke KKB Papua Bukti Lengkap, Begini Nasibnya Kini

Kecewanya Najwa Shihab Bos PLN Tak Hadir di Mata Najwa Tadi Malam, Presiden Jokowi Marah Diputar

Akhirnya Buka Suara, Inilah Identitas Wanita yang Dipakai Fotonya Nenek-nenek untuk Tipu Pemuda

Sahit diketahui merupakan saudara atau keluarga dari korban.

"Dia keponakan dari Lukman, suami korban perempuan," ujar mantan Sekretaris Pribadi Kapolri Jendral Tito Karnavian tersebut.

Dia ini yang membabi-buta dengan sadis membacok korban Muhammmad Rofii berulang kali.

Termasuk sabetan celuritnya mengenai Nur Aini karena berusaha melerai aksi tersebut.

Sedangkan Kandah, menusuk Muhammad Rofii menggunakan pisau.

"Dua pelaku datang ke rumah itu mencari Lukman. Tapi tidak ada di rumah, dan malah bertemu istri Lukman yang berada di kamar bersama pria lain. Keponakannya itu sakit hati, kemudian menyerang korban," kata Zain.

Awalnya Kandah menusuk Muhammad Rofii.

Kemudian Sahit mengambil celurit yang terpajang menggantung di dinding rumah tersebut.

Dengan menggunakan senjata itu, pelaku menyerang korban hingga tergeletak bersimbah darah.

Namun, kedua korban selamat dari maut.

Sampai saat ini Nur Aini dan Rofii masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Apakah Lukman terlibat?

Kapolres menyebut masih melakukan penyelidikan.

Lukman sudah dipanggil untuk dimintai keterangan, tapi sampai sekarang belum datang memenuhi panggilan polisi.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Senin (29/7/2019) sekira pukul 16.00 WIB.

Sahit ditangkap di dekat Rumah Makan Agis di Surabaya pada keesokan harinya, Selasa (30/7/2019).

Sementara Kendah kabur dan sampai sekarang belum ditemukan keberadaannya.

Dia sudah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kepolisian.

Polisi mengimbau dia segera menyerahkan diri.

"Kami terus mengejarnya, ke mana pun. Dalam keadaan hidup atau mati. Dan petugas juga masih terus melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini, untuk mengungkap semunya," kata alumnus Akpol angkatan tahun 1997 tersebut.

Masih Hidup

Sebelumnya diberitakan, diduga dipicu kasus perselingkuhan, dua orang yang berada di Desa Kedung Rejo, Kabupaten Sidoarjo dibacok hingga bersimbah darah, Senin (29/7/2019).

Menurut informasi yang berhasil dihimpun TribunJatim.com, peristiwa tersebut terjadi pukul 16.30 WIB di sebuah rumah berlantai dua di Jalan Brigjen Katamso 3 RT 26 RW 6 Dusun Balongpoh Desa Kedung Rejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Berdasarkan kronologi kejadian, ketika Nur Aini diduga sedang selingkuh dengan Muhammad Rofii.

Padahal korban perempuan sendiri diketahui sudah memiliki seorang suami yang bernama Lukman (30) dan telah dikaruniai dua anak yaitu laki dan perempuan.

Pelaku pembacokan diduga merupakan paman dari suami sah korban yaitu Iskandar (37) dan Sahid (35) yang kos tidak jauh dari tempat kejadian.

Saat TribunJatim.com datang ke lokasi kejadian, petugas kepolisian membawa keluar sebuah kantong jenazah berwarna kuning dari dalam rumah.

Kantong jenazah tersebut dimasukkan di mobil ambulans Biddokes Polresta Sidoarjo.

Kombes Zain Dwi Nugroho mengonfirmasi kejadian tersebut.

Zain yang datang langsung ke lokasi kejadian menjelaskan anggotanya masih melakukan olah TKP dan masih mengumpulkan keterangan dari para saksi yang ada di lokasi kejadian.

"Kita mohon doanya agar pelaku segera tertangkap dan akan kita beritahu lebih lanjut penanganannya. Dan saat ini kedua korban sedang dibawa menuju rumah sakit," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Dia menjelaskan korban saat ditemukan terdapat luka sayatan benda tajam di tangan dan pinggang.

"Keduanya masih bernafas saat kita bawa ke rumah sakit. Dan semoga masih dapat ditangani oleh pihak rumah sakit," tandasnya.

Pembantu Teriak Minta Tolong

Kejadian pembacokan pasangan yang diduga selingkuh di sebuah rumah berlantai dua di Jalan Brigjen Katamso 3 RT 26 RW 6 Dusun Balongpoh Desa Kedung Rejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo diketahui pertama kali oleh pembantu korban.

Ketua RT 26 RW 6 Dusun Balongpoh Desa Kedung Rejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Pawi mengatakan, pembantu korban melihat kedua korban sudah bersimbah darah di lantai dua sekitar pukul 16.30 WIB.

"Setelah melihat kedua korban seperti itu akhirnya pembantu korban teriak minta tolong ke warga. Warga pun lantas segera berdatangan," ujarnya.

Warga sebenarnya ingin berinisiatif membawa kedua korban ke rumah sakit terdekat memakai mobil operasional desa namun setelah melihat korban seperti itu akhirnya warga urung melakukannya.

"Warga takut membawanya dan memilih melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Dan tak berselang lama, petugas kepolisian datang ke lokasi kejadian," kata Pawi.

Pawi menjelaskan, dari keterangan pembantu korban, pelaku pembacokan diketahui sudah melarikan diri.

"Pembantu korban tahunya sudah melihat kedua korban bersimbah darah seperti itu. Dan saat kejadian pembacokan itu, warga sekitar tidak ada yang mengaku mendengar suara teriakan dari dalam rumah," katanya menerangkan.

Ditinggal Suami Mudik

Wanita yang menjadi korban pembacokan yang diduga melakukan perselingkuhan di Waru Sidoarjo, saat suami sah pulang ke kampung halamannya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh TribunJatim.com di lokasi kejadian, suami sah korban tidak ada di rumah dan sedang pulang ke Sampang, Madura.

Suami sah korban yang bernama Lukman (30) pulang ke Madura sekitar pukul 11.00 WIB.

Menurut Pawi, korban dan suami sahnya merupakan pasangan yang jarang bertengkar.

"Setahu saya tidak pernah tengkar kok. Sama warga pun aktif saling menyapa juga," ujarnya.

Ia mengatakan pasangan tersebut bermata pencaharian berjualan ikan pindang di Pasar Waru.

Bahkan dari penuturan dari beberapa warga sekitar, korban sebenarnya sudah diperingatkan oleh saudaranya agar tidak melakukan perselingkuhan.

"Namun sepertinya tidak diindahkan oleh korban. Sehingga akhirnya terjadi peristiwa pembacokan tersebut," katanya menandaskan.(*)

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

A

Editor: Rasni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved