7 Fakta Guru Honorer Berzina dengan Siswinya, Ketahuan Hubungan Intim di Kelas, Kepergok Sosok Ini
Sudah saatnya orangtua memberikan pengasawan ekstra untuk putra putrinya. paslanya biasnaya sekolah menjadi tempat aman sebagai rumah kedua, justeru
7 Fakta Guru Honorer Berzina dengan Siswinya, Ketahuan Hubungan Intim di Kelas, Dibongkar Sosok Ini
TRIBUN-TIMUR.COM - Sudah saatnya orangtua memberikan pengasawan ekstra untuk putra putrinya.
Pasalnya biasanya Sekolah menjadi tempat aman sebagai rumah kedua, justeru bisa menjadi sumber bahaya.
Inilah yang dialami siswi SMA, Bunga (bukan nama sebenarnya).
Orangtuanya kini gundah karena anak diketahui menjalani Asmara Terlarang dengan guru honorer.

Baca: Siapkan Payung, Hujan Diprediksi Guyur Kabupten Mamasa Siang Ini
Baca: HUT ke-74 RI, Holding Perkebunan Nusantara Tanam Bibit Terumbu Karang di Laut Karampuang Mamuju
Baca: Astaga! Anak Pejabat dan Anggota Dewan Lakukan Perbuatan Terlarang di Kos Cewek, Ada Barang Bukti
Berikut 7 faktanya
1. Awalnya Disebut Pencabulan
Seorang oknum Guru Honorer berinisial HS (31) di sebuah SMA di Kabupaten Merangin, Jambi, menjalin Asmara Terlarang siswanya Bungan 17 tahun.
Ibu dari salah satu siswi SMA di Merangin, Jambi, melaporkan seorang oknum guru honorer berinisial HS (31) ke polisi.
Pasalnya, HS diduga telah melakukan pencabulan terhadap putrinya.
"Laporannya sudah kami terima,” kata Kasat Reskrim Iptu Khairunnas, seperti dilansir dari Tribunnews, Jumat (16/8/2019).
Belakangan ketahuan ternyata keduanya memang menjalani hubungan asmara alias suka sama suka.

2. Sang Guru Kabur
Sementara itu, polisi masih melakukan pengejaran terhadap HS yang hingga saat ini masih menghilang.
“Sekarang kami masih mencari keberadaan pelaku," kata Khairunnas.
Baca: Awal Pekan, Kabupaten Wajo Berpotensi Diguyur Hujan
Baca: Lowongan Kerja Terbaru - 3 Perusahaan BUMN Butuh Karyawan, Cek Syarat & Link Daftar, Waktu Terbatas
Baca: Pagi Hingga Malam, Enrekang Bakal Diguyur Hujan Hari Ini
3. Pengakuan Anak
Pelaporan ini dilakukan ketika si siswa SMA ditanya orang tuanya, ia mengaku telah bersetubuh dengan oknum guru honorer tersebut.
Awalnya kedianya hanya punya hubungan biasa antara guru dan siswi, namun belakangan keduanya saling jatuh cinta.
4. Hubungan Badan di Kelas
Pengakuan sang anak, hubungan keduanya sudah semakain dalam.
Bahkan keduanya hubungan intim itu pernah mereka lakukan di ruang kelas setelah jam pelajaran.

5. Dibongkar Ibu Kos
Keduanya mampu merahasiakan hubungannya hingga beberapa lama.
Namun hubungan terlarang itu ketahuan keluarga setelah ibu kos tempat tinggal korban marah besar.
Pemilik kos memergoki dan HS berduaan di kamar.
Dia akhirnya menyampaikan apa yang dilihatnya kepada orangtua korban.
Tidak ingin hubungan terlarang itu berlanjut demi masa depan Bunga.
6. Sudah Berkeluarga
Yang mengejutkan, orangtua Bunga harus kecewa berat karena mendapatkan fakta guru honorer itu sudah berkeluarga.
Artinya, Bunga selama ini telah dijadikan kekasih gelap atau selingkuhan.
Baca: FOTO: Aksi Pemain PSM Makassar Saat Menjamu Persib
Baca: Lafadz Niat & Tata Cara Mandi Junub/Wajib untuk yang Puasa Senin Kamis, Bisa Dikerjakan Usai Imsak
Baca: Liga Inggris - Chelsea Seri, Lampard Tiga Laga Tanpa Kemenangan. Lihat Video Cuplikan Gol!
7. Orangtua tak terima

Tak terima atas hal itu, orangtua Bunga langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolres Merangin dengan tudingan pencabulan.
Walau ada rasa cinta di antara pasangan yang beda usia 14 tahun ini, namun tindakan guru itu tetap dianggap menyalahi, sebab Bunga masih termasuk anak di bawah umur.
(RASNIGANI/TRIBUNTIMUR)
Suaminya Pulang Kampung, Nur Aini Kepergok Berzina dengan Rofii di Atas Ranjang dan Berakhir di RS
Suaminya Pulang Kampung, Nur Aini Kepergok Berzina dengan Rofii di Atas Ranjang dan Berakhir di RS
Nur Aini tak menyangka kebersamaan dengan selingkuhannya Rofii ternyata kedapataan oleh keluarga dekat suaminya.
Nur Aini membagi cinta saat suaminya mudik, pulang kampung.
Satu kampung heboh.
Peristiwa berdarah terjadi di Dusun Balongpoh, Desa Kedungrejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur.
Pasangan selingkuh bersimbah darah.
Peristiwa tersebut terjadi saat korban sedang selingkuh di rumah.
Inilah 2 Formasi Prioritas Penerimaan CPNS 2019, Perhatikan 7 Alur dan 5 Dokumen Wajib CPNS dan PPPK
Nur Aini (24) dan Muhammad Rofii (31) ditemukan tergeletak bersimbah darah di kamar lantai dua rumahnya.
Mereka diduga pasangan selingkuh, karena Nur Aini yang punya suami dan 2 anak berada dalam 1 kamar dengan pria asal Desa Tambakcemandi, Kecamatan Sedati, Sidoarjo tersebut.
Ternyata Oknum TNI AD Pratu DAT Penyuplai Senjata ke KKB Papua Bukti Lengkap, Begini Nasibnya Kini
Kecewanya Najwa Shihab Bos PLN Tak Hadir di Mata Najwa Tadi Malam, Presiden Jokowi Marah Diputar
Akhirnya Buka Suara, Inilah Identitas Wanita yang Dipakai Fotonya Nenek-nenek untuk Tipu Pemuda
"Pelakunya 2 orang. Sahit dan Kandah," kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, Senin (5/8/2019).
Menurutnya, ada saksi yang melihat 2 orang ini turun dari lantai dua rumah itu dengan membawa senjata tajam yang masih berlumuran darah.
Baca: Pagi Hingga Malam, Enrekang Bakal Diguyur Hujan Hari Ini
Baca: Sepanjang Hari Berawan di Pangkep, Cek Suhunya di Sini
Baca: Lowongan Kerja Bank Mayapada Cari Karyawan Banyak Posisi D3 Hingga S1, Cek Sekarang & Batas Waktu
Sahit (33) warga Kedungrejo terlihat membawa celurit.
Sementara. Kandah (37) warga Sampang Madura yang ngekos di Waru, memakai pisau untuk melukai korban.
Ternyata Oknum TNI AD Pratu DAT Penyuplai Senjata ke KKB Papua Bukti Lengkap, Begini Nasibnya Kini
Kecewanya Najwa Shihab Bos PLN Tak Hadir di Mata Najwa Tadi Malam, Presiden Jokowi Marah Diputar
Akhirnya Buka Suara, Inilah Identitas Wanita yang Dipakai Fotonya Nenek-nenek untuk Tipu Pemuda
Sahit diketahui merupakan saudara atau keluarga dari korban.
"Dia keponakan dari Lukman, suami korban perempuan," ujar mantan Sekretaris Pribadi Kapolri Jendral Tito Karnavian tersebut.
Dia ini yang membabi-buta dengan sadis membacok korban Muhammmad Rofii berulang kali.
Termasuk sabetan celuritnya mengenai Nur Aini karena berusaha melerai aksi tersebut.
Sedangkan Kandah, menusuk Muhammad Rofii menggunakan pisau.
"Dua pelaku datang ke rumah itu mencari Lukman. Tapi tidak ada di rumah, dan malah bertemu istri Lukman yang berada di kamar bersama pria lain. Keponakannya itu sakit hati, kemudian menyerang korban," kata Zain.
Awalnya Kandah menusuk Muhammad Rofii.
Kemudian Sahit mengambil celurit yang terpajang menggantung di dinding rumah tersebut.
Dengan menggunakan senjata itu, pelaku menyerang korban hingga tergeletak bersimbah darah.
Namun, kedua korban selamat dari maut.
Sampai saat ini Nur Aini dan Rofii masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Apakah Lukman terlibat?
Kapolres menyebut masih melakukan penyelidikan.
Lukman sudah dipanggil untuk dimintai keterangan, tapi sampai sekarang belum datang memenuhi panggilan polisi.
Peristiwa berdarah itu terjadi pada Senin (29/7/2019) sekira pukul 16.00 WIB.
Sahit ditangkap di dekat Rumah Makan Agis di Surabaya pada keesokan harinya, Selasa (30/7/2019).
Sementara Kendah kabur dan sampai sekarang belum ditemukan keberadaannya.
Dia sudah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kepolisian.
Polisi mengimbau dia segera menyerahkan diri.
"Kami terus mengejarnya, ke mana pun. Dalam keadaan hidup atau mati. Dan petugas juga masih terus melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini, untuk mengungkap semunya," kata alumnus Akpol angkatan tahun 1997 tersebut.
Masih Hidup
Sebelumnya diberitakan, diduga dipicu kasus perselingkuhan, dua orang yang berada di Desa Kedung Rejo, Kabupaten Sidoarjo dibacok hingga bersimbah darah, Senin (29/7/2019).
Menurut informasi yang berhasil dihimpun TribunJatim.com, peristiwa tersebut terjadi pukul 16.30 WIB di sebuah rumah berlantai dua di Jalan Brigjen Katamso 3 RT 26 RW 6 Dusun Balongpoh Desa Kedung Rejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo.
Berdasarkan kronologi kejadian, ketika Nur Aini diduga sedang selingkuh dengan Muhammad Rofii.
Padahal korban perempuan sendiri diketahui sudah memiliki seorang suami yang bernama Lukman (30) dan telah dikaruniai dua anak yaitu laki dan perempuan.
Pelaku pembacokan diduga merupakan paman dari suami sah korban yaitu Iskandar (37) dan Sahid (35) yang kos tidak jauh dari tempat kejadian.
Saat TribunJatim.com datang ke lokasi kejadian, petugas kepolisian membawa keluar sebuah kantong jenazah berwarna kuning dari dalam rumah.
Kantong jenazah tersebut dimasukkan di mobil ambulans Biddokes Polresta Sidoarjo.
Kombes Zain Dwi Nugroho mengonfirmasi kejadian tersebut.
Zain yang datang langsung ke lokasi kejadian menjelaskan anggotanya masih melakukan olah TKP dan masih mengumpulkan keterangan dari para saksi yang ada di lokasi kejadian.
"Kita mohon doanya agar pelaku segera tertangkap dan akan kita beritahu lebih lanjut penanganannya. Dan saat ini kedua korban sedang dibawa menuju rumah sakit," ujarnya kepada TribunJatim.com.
Dia menjelaskan korban saat ditemukan terdapat luka sayatan benda tajam di tangan dan pinggang.
"Keduanya masih bernafas saat kita bawa ke rumah sakit. Dan semoga masih dapat ditangani oleh pihak rumah sakit," tandasnya.
Pembantu Teriak Minta Tolong
Kejadian pembacokan pasangan yang diduga selingkuh di sebuah rumah berlantai dua di Jalan Brigjen Katamso 3 RT 26 RW 6 Dusun Balongpoh Desa Kedung Rejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo diketahui pertama kali oleh pembantu korban.
Ketua RT 26 RW 6 Dusun Balongpoh Desa Kedung Rejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Pawi mengatakan, pembantu korban melihat kedua korban sudah bersimbah darah di lantai dua sekitar pukul 16.30 WIB.
"Setelah melihat kedua korban seperti itu akhirnya pembantu korban teriak minta tolong ke warga. Warga pun lantas segera berdatangan," ujarnya.
Warga sebenarnya ingin berinisiatif membawa kedua korban ke rumah sakit terdekat memakai mobil operasional desa namun setelah melihat korban seperti itu akhirnya warga urung melakukannya.
"Warga takut membawanya dan memilih melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian. Dan tak berselang lama, petugas kepolisian datang ke lokasi kejadian," kata Pawi.
Pawi menjelaskan, dari keterangan pembantu korban, pelaku pembacokan diketahui sudah melarikan diri.
"Pembantu korban tahunya sudah melihat kedua korban bersimbah darah seperti itu. Dan saat kejadian pembacokan itu, warga sekitar tidak ada yang mengaku mendengar suara teriakan dari dalam rumah," katanya menerangkan.
Ditinggal Suami Mudik
Wanita yang menjadi korban pembacokan yang diduga melakukan perselingkuhan di Waru Sidoarjo, saat suami sah pulang ke kampung halamannya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh TribunJatim.com di lokasi kejadian, suami sah korban tidak ada di rumah dan sedang pulang ke Sampang, Madura.
Suami sah korban yang bernama Lukman (30) pulang ke Madura sekitar pukul 11.00 WIB.
Menurut Pawi, korban dan suami sahnya merupakan pasangan yang jarang bertengkar.
"Setahu saya tidak pernah tengkar kok. Sama warga pun aktif saling menyapa juga," ujarnya.
Ia mengatakan pasangan tersebut bermata pencaharian berjualan ikan pindang di Pasar Waru.
Bahkan dari penuturan dari beberapa warga sekitar, korban sebenarnya sudah diperingatkan oleh saudaranya agar tidak melakukan perselingkuhan.
"Namun sepertinya tidak diindahkan oleh korban. Sehingga akhirnya terjadi peristiwa pembacokan tersebut," katanya menandaskan.(*)
Follow akun instagram Tribun Timur:
A