Hingga Juli, BPJS Ketenakerjaan Cabang Palopo Sudah Bayar Klaim Rp 25.5 Miliar

Pembayaran klaim tersebut merupakan manfaat dari empat Program perlindungan pekerja yaitu Jaminan Hari Tua (JHT), dengan nilai klaim Rp 23 miliar

Penulis: Hamdan Soeharto | Editor: Sudirman
BPJS Ketenagakerjaan Kota Palopo
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Palopo membayarkan klaim sebesar Rp 25.5 miliar sampai dengan Juli 2019. 

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Palopo, membayarkan klaim sebesar Rp 25.5 miliar sampai Juli 2019.

Pembayaran klaim tersebut merupakan manfaat dari empat Program perlindungan pekerja yaitu Jaminan Hari Tua (JHT), dengan nilai klaim Rp 23 miliar lebih, dengan jumlah klaim 1.548 orang.

Jaminan Kematian (Jkm) dengan nilai klaim Rp 552 juta dengan jumlah klaim 20.

VIDEO : Suasana Peringatan HUT ke 74 RI di Maros

Begini Tampakan Naskah Teks Proklamasi Kemerdekaan yang Asli, HUT ke-74 Kemerdekaan RI

Beli Kulkas Dua Pintu di Lotte Mart MP, Hemat Rp Rp 700 Ribu

Preview PSM VS Persib, Maung Bandung Tak Pernah Menang di Mattoanging

Jaminan Kecelakaan kerja (JKK) dengan nilai klaim Rp 960 juta lebih, dengan jumlah klaim 52.

Jaminan Pensiun (JP) dengan nilai klaim Rp 163 juta dengan jumlah klaim 292.

Kepala Bidang Umum selaku Pejabat Pengganti Sementara Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palopo, Syafril mengatakan, jumlah pembayaran klaim sampai periode Juli 2019 meningkat dibanding dengan periode yang sama ditahun 2018.

Tahun lalu pembayaran klaim sebesar Rp 22 miliar, dengan rinciannya yaitu Jaminan Hari Tua (JHT) dengan nilai klaim Rp 20,4 miliar jumlah klaim 1.663.

Jaminan Kematian (Jkm) dengan nilai klaim Rp 988 juta, dengan jumlah klaim 41.

Jaminan Kecelakaan kerja (JKK) dengan nilai klaim Rp 461 juta, dengan jumlah klaim 64.

Jaminan Pensiun (JP) dengan nilai klaim Rp 187 juta, dengan jumlah klaim 170.

"Semoga pekerja atau ahli waris penerima manfaat dapat terbantu, dan dapat mengurangi beban yang dialami setelah terjadinya risiko kerja karena risiko pekerjaan, ada dimana saja dan kapan saja dapat terjadi," katanya.

Syafril menambahkan, di Kota Palopo sendiri baru 15.028 tenaga kerja yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Masih banyak pekerja atau non ASN, yang belum terlindungi oleh jaminan sosial ketenagakerjaan.

"Semoga semua pekerja yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk segera mendaftarkan diri, baik itu pekerja yang bekerja diperusahaan atau pekerja yang bekerja secara mandiri seperti petani, nelayan, pedagang, tukang ojek," imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved