TRIBUNWIKI: Begini Sejarah Panjat Pinang di Indonesia
Lomba tersebut bisa dibilang sebagai ikonik yang dilaksanakan pada hari perayaan kemerdekaan Indonesia.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ansar
Dalam perlombaan itu disiapkan 67 batang pohon pinang dengan aneka macam hadiah.
Hanya dari batang pinang setua itu bisa dibuat tiang lomba berukuran ideal, yakni tinggi antara 8-12 meter dan diameter 43 - 60 centimeter.
Masalah lain yang ditimbulkan yaitu belum tentu seluruh batang pinang yang ditebang laku terjual dan digunakan.
Pertumbuhan pohon pinang cenderung kalah cepat dengan permintaan konsumen.
Dengan perayaan yang diadakan dari Sabang sampai Marauke, bayangkan saja berapa banyak batang pinang yang ditebang dan membusuk secara sia-sia karena tidak laku terjual.
Melalui penelusuran Kompas.com pada arsip harian Kompas, pada tahun 1970-an batang pinang di DKI Jakarta masih banyak dipasok dari daerah sekitar Ibu Kota, seperti Bogor, Citayam dan Pondokgede.
Namun sejak awal 1980-an batang pinang harus didatangkan dari daerah-daerah yang jauh seperti dari Sukabumi, Purwakarta, Serang dan Lampung.
Bahkan kini pemasok batang pinang dapat dibilang cukup sulit dan harganya pun menjadi mahal.
Kelangkaan ini diperparah dengan kurangnya usaha peremajaan dan pembudidayaan pohon pinang.
Sumber berita: https://megapolitan.kompas.com/read/2019/08/12/06060051/sisi-gelap-tradisi-panjat-pinang-di-hari-kemerdekaan-indonesia?page=all
Langganan Berita Pilihan
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/warga-dan-personel-ikuti-lomba-panjat-pinang-di-hut-ke-73-bhayangkara.jpg)