OPINI

OPINI - Memaknai Hakikat Kurban

Penulis adalah Mahasiswa Magister Ilmu Al-Qur'an & Tafsir Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

OPINI - Memaknai Hakikat Kurban
tribun timur
Mahasiswa Magister Ilmu Al-Qur'an & Tafsir Pascasarjana UIN Alauddin Makassar 

Mengapa Allah memerintahkan menyembelih Ismail kemudian membatalkan dan menebusnya dengan domba?

Ini bukan hanya ujian untuk keduanya, bukan pula hanya untuk membuktikan ketabahan keluarga Nabi Ibrahim as namun merupakan sebuah isyarat yang ditunjukkan kepada siapa saja, bahwa tidak ada sesuatu yang mahal untuk dikurbankan bila panggilan Ilahi telah datang.

Allah harus selalu berada di atas segalanya. Itulah bukti keimanan yang sejati.

Terkait peristiwa yang dikisahkan di atas, diisyaratkan guna mengingatkan manusia bahwa jalan menuju kebahagian membutuhkan pengorbanan.

Akan tetapi, yang dikurbankan bukan lagi manusia, melainkan binatang kurban yang sempurna, lagi sehat dan tidak cacat sebagai pertanda bahwa kurban harus ditunaikan dan bahwa yang dikurbankan juga adalah sifat-sifat kebinatangan manusia, seperti rakus, ingin menang sendiri, mengabaikan nilai-nilai kemanusian dan sebagainya.

Baca: Presiden Jokowi Sumbang Satu Ekor Sapi Kurban 1,50 Ton untuk Warga Mamuju

Solidaritas Sosial
Perintah berkurban, selain memperkukuh akan kesalehan individu, juga menekankan akan kesalehan sosial.

Bahkan, antara keduanya harus seimbang.

Perintah berkurban dalam pemaknaannya, jelas mencerminkan pesan Islam, yakni ‘kita hanya dapat dekat dengan Tuhan, bila kita mendekati saudara-saudara kita yang serba kekurangan’.

Bahkan dalam ritus ini merupakan pengulangan perasaan dan sikap, yang berguna untuk memantapkan solidaritas sosial.

Semangat hari raya kurban, ternyata jauh memiliki urgensi makna yang bisa menjadi rujukan guna terwujudnya solidaritas sosial.

Halaman
1234
Editor: Aldy
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved