VIDEO: Proses Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang PT Vale
Hal itu yang terus dilakukan PT Vale Indonesia, untuk memperbaiki kembali bekas tambang agar kembali menjadi kawasan yang hijau dan rimbun pepohonan.
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, SOROWAKO - PT Vale Indonesia Tbk, tak hanya mengeksplorasi lahan yang ada di Sorowako, Luwu Timur, mereka juga bertanggung jawab merehabilitasi kembali lahan yang telah ditambang.
Hal itu yang terus dilakukan PT Vale Indonesia, untuk memperbaiki kembali bekas tambang agar kembali menjadi kawasan yang hijau dan rimbun pepohonan.
Sejak berdiri tahun 1968 silam, PT Vale Indonesia telah membuka lahan hutan sebanyak 6.139 Ha, sedangkan yang telah direklamasi sebanyak 4.211 Ha.
Hotman Paris Beri Rp 10 M & Lamborghini Jika Bisa Buktikan Video Pornografi, Tantang Farhat Abbas?
Hari Ini, Waspadai Angin Kencang di Majene dan Polman
Link Live Streaming MotoGP 2019 Sirkuit Brno Ceko, Marquez Star No 1 Rossi Bagaimana? Live Trans 7
Pemuda LDII dari 3 Kabupaten di Sulsel Belajar Humas dan Informasi Teknologi
Untuk tahun ini, PT Vale membuka lahan sekitar 163 Ha, sementara dari total 6.139 Ha yang terbuka, ada sekitar 1.900-an hektar yang masih akan direhabilitasi.
Reforetation Engineer PT Vale, area Nursery, Andri Ardiansyah mengatakan, untuk mereklamasi lahan bekas tambang, tak sekadar langsung ditanami bibit pohon begitu saja, namun ada proses yang harus dilalui.
Lahan yang direklamasi biasanya adalah kawasan pembuangan material bekas tambang, atau disposal.
Material-material seperti tanah lapisan atas kawasan tambang (overburden) dibawa ke disposal, dan diperbaiki konturnya, seperti dibuat bukit, hingga tempat genangan air.
"Setelah disposal bagus konturnya, kita dari reklamasi masuk. Yang kami lakukan pertama yakni penataan lahan seperti pembentukan lereng kembali, pembuatan sarana pengendali erosi, jalan, dan lain sebagainya," jelas Andri.
Setelah kontur tanah baik, tim reklamasi selanjutnya akan melakukan Landscaping, atau penanaman tumbuhan penutup tanah.
Tumbuhan untuk landscaping yang dipakai adalah jenis rumput-rumputan, dan kacang-kacangan.
Saat tahap landscaping, selanjutnya akan dilakukan proses vegetasi, dimana bibit-bibit pohon yang ditanam di Nursery, dipindahkan dan ditanam di lawaaan reklamasi.
Reklamasi tak selesai usai menanam pohon, namun akan terus dipantau dan dievaluasi hingga beberapa tahun ke depan, sampai ekosistem benar-benar kembali hidup di lahan itu.
Berikut video penanaman bubit pohon pada proses rehabilitasi lahan bekas tambang. (tribun-timur.com)
Laporan Wartawan tribun-timur.com @Fahrizal_syam
Langganan Berita Pilihan
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur