Warga Luwu Tolak Pekerja Asing Eksplorasi di Sungai Suso

Para pekerja asing diduga berasal dari Tiongkok itu telah melakukan aktivitas pengambilan sampel tambang emas kurang lebih lima hari.

Warga Luwu Tolak Pekerja Asing Eksplorasi di Sungai Suso
Desy Arsyad/Tribun Luwu
WNA lakukan eksplorasi di bantaran Sungai Suso, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu. 

Warga menolak keras kehadiran mereka yang melakukan pengambilan sampel tambang emas di sepanjang aliran Sungai Suso.

Karena mereka menilai aktivitas tersebut akan sangat merusak lingkungan.

Selain itu, aliran sungai ini memang telah menjadi tempat mencari nafkah warga setempat, dengan mendulang emas secara tradisional.

“Kehadiran mereka sangat meresahkan warga bukan hanya di Desa Tettekan, tapi juga masyarakat Desa Marinding yang berada di Dusun Toko. Parahnya mereka mengambil sampe menggali sampai dengan kedalaman enam sampai 10 meter. Sangat jelas jika ini dibiarkan maka dampaknya sangat besar merusak lingkungan serta merusak tatanan masyarakat,” jelasnya.

Warga juga menyampaikan agar pihak penambang ini tidak lagi melakukan atau beroperasi mengambil sampel di sepanjang Sungai Suso ini.

“Kami sudah sampaikan ke mereka untuk menghentikan pengambilan sampel. Beberapa titik di bantaran sungai juga mereka sudah tutup,” tegasnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Luwu, Wahyuddin, yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon tak mengetahui adanya rekomendasi yang dikeluarkan oleh DLH.

"Rekomendasi ini tanpa sepengetahuan kami dinas lingkungan hidup. Apalagi saya selaku kepala dinas dan rekomendasi seperti ini bukan menjadi menjadi kewenangan kami," ujar, Wahyuddin, Selasa (30/7/2019).

WNA lakukan eksplorasi di bantaran Sungai Suso, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu.
WNA lakukan eksplorasi di bantaran Sungai Suso, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu. (Desy Arsyad/Tribun Luwu)

Wahyuddin juga mengatakan jika surat rekomendasi yang dikeluarkan itu sepihak oleh kepala bidang yang bersangkutan.

"Syarat yang dikeluarkan itu sepihak, saya juga tidak tahu apa maksudnya mengeluarkan surat itu. Kami sudah lakukan penanggalan ke kepala bidang yang bersangkutan," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Desy Arsyad
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved