Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Berduaan dengan Pria Lain saat Suami Pulang Kampung, Wanita & Pasangannya Dibacok, Cek Kronologinya!

Berduaan dengan Pria Lain saat Suami Pulang Kampung, Wanita & Pasangannya Dibacok, Cek Kronologinya!

Editor: Ilham Arsyam
Youtube
ilustrasi 

Berduaan dengan pria Lain saat Suami Pulang Kampung, wanita Sidoarjo & Pasangannya Dibacok, Cek Kronologinya!

TRIBUN-TIMUR.COM - Dua orang yang berada di Desa Kedung Rejo dibacok hingga bersimbah darah, Senin (29/7/2019).

Peristiwa ini diduga berlatar belakang asmara.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun TribunJatim.com, kejadian tersebut terjadi pukul 16.30 di sebuah rumah berlantai dua di Jalan Brigjen Katamso 3 RT 26 RW 6 Dusun Balongpoh Desa Kedung Rejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo.

Berdasarkan kronologi kejadian yang didapatkan TribunJatim.com, ketika itu korban yang bernama Nur Aeni (25) sedang bersama seorang pria bernama M. Rofi'i (28).

Mereka kemudian dibacok.

Baca: Ini Alasan Nenek 74 Tahun di Aceh Utara Tak Melawan Saat Diperkosa Pria 32 Tahun di Kamarnya

Baca: Pelaku Inses di Luwu Bakal Didakwa Kasus KDRT, Ini Bedanya dengan Kasus Nikah Sedarah di Bulukumba

Baca: Hotel Tim Persib Bandung Diteror Oknum Suporter, Maung Bandung Menolak Main Lawan Arema FC?

Baca: Jelang Arema FC vs Persib: Taktik Robert Tanpa Bojan dan Ezechiel, Prediksi Skor dan Susunan Pemain

Ketua RT 26 RW 6 Dusun Balongpoh Desa Kedung Rejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Pawi mengatakan pembantu korban melihat kedua korban sudah bersimbah darah di lantai dua sekitar pukul 16.30.

"Setelah melihat kedua korban seperti itu akhirnya pembantu korban teriak minta tolong ke warga.

Warga pun lantas segera berdatangan," ujarnya kepada TribunJatim.com, Senin (29/7/2019).

Warga sebenarnya ingin berinisiatif membawa kedua korban ke rumah sakit terdekat memakai mobil operasional desa.

Namun setelah melihat korban seperti itu akhirnya warga urung melakukannya.

"Warga takut membawanya dan memilih melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian.

Dan tak berselang lama, petugas kepolisian datang ke lokasi kejadian," tambahnya.

Pawi menjelaskan dari keterangan pembantu korban, pelaku pembacokan sendiri diketahui sudah melarikan diri.

"Pembantu korban tahunya sudah melihat kedua korban bersimbah darah seperti itu.

Dan saat kejadian pembacokan itu, warga sekitar tidak ada yang mengaku mendengar suara teriakan dari dalam rumah," terangnya

Saat TribunJatim.com datang ke lokasi kejadian, petugas kepolisian membawa keluar sebuah kantung jenasah berwarna kuning dari dalam rumah.

Kantung jenasah tersebut dimasukkan di mobil ambulan Biddokes Polresta Sidoarjo.

Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho membenarkan kejadian tersebut.

Zain yang datang langsung ke lokasi kejadian menjelaskan anggotanya masih melakukan olah tkp.

Dan masih mengumpulkan keterangan dari para saksi yang ada di lokasi kejadian.

"Kita mohon doanya agar pelaku segera tertangkap dan akan kita beritahu lebih lanjut penanganannya.

Dan saat ini kedua korban sedang dibawa menuju rumah sakit," ujarnya kepada TribunJatim.com.

Dirinya menjelaskan korban saat ditemukan terdapat luka sayatan benda tajam di tangan dan pinggang.

"Keduanya masih bernafas saat kita bawa ke rumah sakit.

Dan semoga masih dapat ditangani oleh pihak rumah sakit," tandasnya.

Pelaku pembacokan

Pelaku pembacokan diduga merupakan paman dari suami korban yaitu Iskandar (37) dan Sahid (35) yang kos tidak jauh dari tempat kejadian.

Informasi yang dikumpulkan wartawan Tribunjatim.com (grup Surya.co.id), korban perempuan melakukan perselingkuhan saat suaminya pulang ke kampung halaman di Sampang, Madura.

Suami korban bernama Lukman (30) pulang ke Madura pada Senin (29/7/2019) sekitar pukul 11.00.

Suami korban diperkirakan juga turut membawa kedua buah hatinya yang masih kecil ke Sampang.

Korban sendiri kemudian diduga berduaan dengan seorang pria karena rumah dalam keadaan sepi.

Namun perbuatan tersebut diduga diketahui oleh paman suami korban yang kos tak jauh dari lokasi kejadian hingga akhirnya melakukan pembacokan tersebut.

Menurut penuturan ketua RT 26 RW 6 Dusun Balongpoh Desa Kedung Rejo, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Pawi, korban dan suaminya merupakan pasangan yang jarang bertengkar.

"Setahu saya tidak pernah tengkar kok. Sama warga pun aktif saling menyapa juga," ujarnya kepada TribunJatim.com, Senin (29/7/2019).

Ia mengatakan pasangan tersebut bermata pencaharian berjualan ikan pindang di Pasar Waru.

Dirinya juga menjelaskan, menurut penuturan dari beberapa warga sekitar, korban sebenarnya sudah diperingatkan oleh saudaranya agar tidak melakukan perselingkuhan.

"Namun sepertinya tidak diindahkan oleh korban. Sehingga akhirnya terjadi peristiwa pembacokan tersebut," tandasnya. (Kukuh Kurniawan)

Istri Tentara Terpergok Selingkuh

Pemberitaan kasus istri sah anggota TNI kepergok berbuat mesum dengan selingkuhannya di hotel di Kota Tangerang, sempat menghebohkan publik baru-baru ini.

Dilansir dari Wartakota perselingkuhan istri anggota TNI itu terungkap setelah terjaring razia prostitusi oleh Tim gabungan oleh Satpol PP Kota Tangerang, Polri dan anggota TNI pada Kamis (25/7/2019) dini hari

UP (26) diketahui sebagai istri sah BJ kepergok sedang berduaan dengan pria lain di sebuah hotel di Kota Tangerang.

UP terjaring razia prostitusi oleh Tim gabungan oleh Satpol PP Kota Tangerang, Polri dan anggota TNI.

Dugaan persleingkuhan itu kemudian dipergoki oleh kerabat suami sah UP, yakni seorang anggota TNI yang ikut melakukan razia.

UP hanya bisa tertunduk lesu saat diamankan petugas Satpol PP Kota Tangerang, pada Kamis (25/7/2019) dini hari.

Nasibnya semakin apes lantaran dalam razia tersebut, sang wanita selingkuh tepergok anggota TNI yang merupakan kerabat suaminya.

Aparat menggelar operasi prostitusi dan menciduk UP yang tertangkap basah berbuat mesum dengan selingkuhannya.

Istri sah kepergok selingkuh di hotel bersama pria lain
Istri sah kepergok selingkuh di hotel bersama pria lain (Andika Panduwinata)

Awalnya, UP sempat mengaku belum menikah.

Ia berkilah, pasangannya yang diketahui berinisial NV merupakan tunangannya.

Kendati demikian, keterangannya tersebut berbanding terbalik dengan status perkawinannya yang tertera di kartu identitasnya.

Apesnya lagi, UP yang diketahui telah bersuami tersebut, dipergoki oleh petugas yang juga kerabat dekat dari suaminya.

“Sampeyan sama siapa, kok ada di sini?" tanya seorang petugas yang mengaku dekat dengan suami sah perempuan berusia 26 tahun itu.

Mengetahui dirinya dipergoki oleh petugas yang merupakan kerabat suaminya, UP semakin panik.

Ia meminta petugas yang mengamankannya untuk tidak memberitahukan kejadian itu kepada sang suami.

Namun, petugas tersebut tidak terima atas perlakuan UP, yang diketahui telah mengkhianati kerabatnya tersebut.

“Edan, suamimu itu capek kerja, tapi kamu malah sama lelaki lain,” ucapnya.

Tak ayal, petugas itu langsung menghubungi BJ, suami sah UP.

BJ diminta menjemput istrinya saat itu juga.

Ketegangan sempat terjadi saat keduanya dipertemukan di Kantor Satpol PP Kota Tangerang.

Bahkan sesekali, suami sah UP mencoba menghadiahkan bogem mentah ke NV.

Namun, aksinya tersebut dapat digagalkan anggota Satpol PP.

Aparat terus menenangkan BJ.

“Kalau nggak lihat bapak petugas sudah saya bunuh kamu,” ucap BJ sambil sesekali menghela napas panjang.

Sementara, Kepala Bidang Trantib Satpol PP Kota Tangerang, Ghufron Falfeli menjelaskan, pihaknya menggelar operasi prostitusi tersebut dibantu oleh unsur TNI dan Polri.

UP terpaksa diamankan lantaran telah berbuat mesum dan melanggar Peraturan Daerah Kota Tangerang.

“Yang bersangkutan kami amankan dari salah satu hotel di Kecamatan Karawaci,” ungkap Ghufron kepada Wartakotalive, Kamis (25/7/2019).

Ghufron menerangkan, dalam operasi tersebut, jajarannya mengamankan UP dan sembilan pasangan mesum lainnya.

“Kebetulan untuk kasus UP ini, dipergoki oleh teman-teman dari jajaran TNI yang kenal dekat dengan suaminya,” tuturnya.

Dirinya menegaskan, kesembilan pasangan yang diamankan tersebut untuk selanjutnya diberikan pembinaan setelah dilakukan pendataan.

“Kami memberikan peringatan keras akan peraturan daerah tentang larangan prostitusi kepada seluruh pasangan yang kami amankan pada dini hari tadi," ujar Ghufron.

Menurutnya, jajarannya akan terus melakukan penyisiran ke sejumlah hotel yang disinyalir menjadi tempat mesum.

Sehingga, hal itu dapat mempersempit ruang gerak dari praktik prostitusi.

“Kami tidak akan lelah menyusuri ke setiap hotel, penginapan, dan tempat kos yang disinyalir menjadi tempat mesum,” imbuhnya.

Meski demikian, ia mengaku serangkaian operasi penyisiran yang dilakukan tidak akan optimal, tanpa ada peran serta dari masyarakat.

Masyarakat diminta turut melaporkan segala bentuk kegiatan yang berpotensi melanggar perda.

“Laporkan kepada kami, Insyaallah secepatnya kami tindak lanjuti,” kata Ghufron.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Sidoarjo Berdarah! Pasangan Bukan Suami Istri ini Bersimbah Darah saat Berduaan di Lantai 2, https://surabaya.tribunnews.com/2019/07/29/sidoarjo-berdarah-pasangan-bukan-suami-istri-ini-bersimbah-darah-saat-berduaan-di-lantai-2?page=all.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved