OPINI

Jalan Keluar Perdamaian di Palestina

Tulisan ini merupakan catatan dari Simposium PPI Timur Tengah dan Afrika 2019 di Amman, Yordania.

Jalan Keluar Perdamaian di Palestina
dok pribadi
Ismail Amin, Presiden Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Iran Periode 2019-2021. Asal Sulsel 

Ismail Amin
Presiden Ikatan Pelajar Indonesia (IPI) Iran Periode 2019-2021. Asal Sulsel

Tuhan menciptakan manusia dan membuatnya tinggal di muka bumi untuk hidup berdampingan satu sama lain secara damai dalam persaudaraan, ketenangan dan cinta. Sebab tanpa perdamaian dan persaudaraan maka manusia akan hidup dalam perang dan permusuhan.

Kunci terciptanya perdamaian adalah tegaknya keadilan. Sebab yang membuat satu sama lain berdamai adalah ketika kedua pihak merasakan keadilan dan tidak ada yang terzalimi.

Faktor utama tegaknya keadilan adalah adanya kepercayaan pada monoteisme atau Ketuhanan yang Esa. Oleh karena itu, semua Nabi-Nabi yang diutus Tuhan adalah untuk menyeru kepada tauhid, penyembahan kepada Tuhan dengan meninggalkan penyembahan-penyembahan selain kepada Tuhan.

Dengan terciptanya masyarakat yang bertauhid, maka dengan sendirinya keadilan dengan lebih mudah ditegakkan. Ketika keadilan tegak, maka terciptalah perdamaian dunia.

Yang menjadi masalah, sepanjang sejarah manusia, selalu saja ada manusia yang rakus, serakah, egois, dan memaksakan kehendak.

Kelompok manusia ini berhasrat pada kekuasaan dan superioritas, yang meski itu dicapainya dengan cara merampas hak-hak orang lain. Merekalah musuh terberat para Nabi dan manusia-manusia pendamba keadilan sepanjang masa.

Mereka berdiri menentang ajaran para nabi Ilahi. Kelakuan dan kerakusan merekalah yang menjadi sumber kesengsaraan umat manusia. Dengan tidak peduli pada keadilan, mereka dengan sengaja melakukan pelanggaran-pelanggaran HAM hanya agar mereka memiliki hak istimewa yang tidak dimiliki manusia lain. Hanya agar mereka bisa mendominasi dunia. Padahal Tuhan menciptakan manusia dalam kesetaraan, memberikan hak kehidupan yang terhormat dan merdeka kepada setiap manusia, tanpa pengecualian.

Palestina sampai hari ini menjadi saksi hidup kebrutalan dari ambisi kekuatan opresor untuk mendominasi bangsa-bangsa di muka bumi. Kejahatan yang terjadi di Palestina sampai hari ini, tidak pernah terjadi sebelumnya di sepanjang sejarah. Mereka jadi sasaran serangan tanpa kenal waktu, pagi, siang, malam. Anak-anak yang pagi keluar rumah buat bersekolah belum tentu bisa kembali lagi sorenya ke pelukan orangtua karena ditembak tentara Israel, dengan alasan dicurigai ransel sekolahnya berisi bom. Pembunuhan yang tanpa dituntut pertanggungjawaban dan pengadilan, dan itu hanya terjadi di Palestina. Pemerintahan pilihan rakyat diboikot ekonomi dan secara politik.

Semua teror itu dilakukan supaya rezim zionis bisa memaksakan ambisinya kepada rakyat Palestina.

Halaman
12
Editor: syakin
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved