Motif Prada DP Bunuh Vera Oktaria Bohong? Denpom Sebut Karena Hamil, Polisi Katakan Hanya Alibi

Motif Prada DP Bunuh Vera Oktaria Bohong? Denpom II Sriwijaya Sebut Karena Hamil, Polisi Katakan Hanya Alibi

Motif Prada DP Bunuh Vera Oktaria Bohong? Denpom Sebut Karena Hamil, Polisi Katakan Hanya Alibi
tribunnews
Motif Prada DP Bunuh Vera Oktaria 

Dengan kondisi linglung, prajurit itu keluar dan merokok.

Di sana ia melihat gergaji di samping gudang penginapan dan muncul niatan untuk melakukan mutilasi terhadap Fera.

Ia lalu membeli koper di pasar dengan menggunakan sepeda motor korban dengan maksud untuk memasukkan potongan tubuh Fera.

Namun, baru lengan korban terpotong, niat itu ia batalkan.

Prada DP pun akhirnya mencari cara untuk menghilangkan jejak dengan membakar obat nyamuk di dalam kamar.

Namun, upaya itu gagal.

"Sempat beberapa kali ikut tes TNI. Informasi dari dia (pelaku), sebelum masuk TNI memang rencana mau nikah. Tapi Ini baru informasi sepihak," ungkapnya.

Penyidik dari Pomdam II Sriwijaya juga akan meminta hasil penyelidikan awal yang dilakukan oleh Polda Sumsel.

"Apa yang polisi dapatkan, siang ini akan memberikan data awal yang mereka punyai kepada kita.

Hari ini juga keluarga korban sudah membuat laporan ke kita.

Saya berharap makin cepat makin baik,"ujarnya.

PERADILAN MILITER

Donald mengatakan tersangka Prada DP akan menjalani proses persidangan di Pengadilan Militer I-04 Palembang.

Donald menjelaskan, proses persidangan seorang prajurit TNI hampir sama dengan pidana umum.

Hanya saja, ada beberapa hukuman tambahan sebagai prajurit, seperti pemecatan dari satuan.

"Karena dia adalah aparat hukumannya lebih berat lagi.

KUHAP dan KUHP juga ada.

Sidangnya juga terbuka kok," kata Donald.

Ia mengatakan, mereka belum bisa memastikan apakah nantinya Prada DP akan dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana yang telah menewaskan Vera.

Di mana, pada pasal tersebut, hukuman terberat adalah hukuman mati.

"Tapi kalau dianiaya hingga menyebabkan meninggal Pasal 351 KUHP.

Sementara belum ada berencana, jadi memang spontan karena di tuntut menikah. Itu baru pengakuan sementara," ujarnya.

Menurut Donald, Prada DP telah menyesali perbuatannya yang telah tega menghilangkan nyawa Vera.

"Dia itu sudah benar-benar menyesal dan kalut," jelasnya.

Pakai Nama Samaran

Nama Oji bin Samsuri digunakan oleh Prada DP selama masa pelarian dan tinggal di salah satu padepokan di Banten selama hampir satu bulan.

Keberadaan Prada DP sebelumnya terlacak oleh timsus Denpom II/ Sriwijaya setelah ia melakukan komunikasi dengan bibinya yang berada di Kabupaten Betung, Banyuasin, Sumatera Selatan pada hari Rabu (12/6/2019).

Dari informasi tersebut, petugas langsung melakukan pengecekan dan mendapati posisi Prada DP di salah satu padepokan di Banten.

“Selama tinggal di Padepokan, DP sudah berubah namanya menjadi Oji bin Samsuri”, kata Kapendam II/ Sriwijaya Kolonel Inf Djohan Darmawan, Jumat (14/6/2019).

Djohan menjelaskan, selama tinggal di padepokan Prada DP belajar mengaji.

Namun, pihak pengurus tak mengetahui jika prajurit itu telah menjadi buronan petugas.

"Karena selama dipadepokan dia tidak mengaku anggota TNI.

Dia hanya bilang ingin mendalami ilmu agama.

Setelah anggota datang, pihak pengelola baru tahu,"jelasnya.

Nama padepokan ini didapat Prada DP saat mengobrol dengan sesama penumpang di dekatnya saat dirinya kabur ke Lampung.

"Saat ngobrol dengan sesama penumpang mau memperdalam ilmu agama, penumpang itu menyarankan ke padepokan itu. Makanya dia pergi ke sana," ujar Donald.

Dari saran itulah, Prada DP akhirnya menuju ke Banten sebagai tempat pelariannya.

Sampai, di sana beberapa lama ia sempat menelepon sang bibi.

Telepon selular bekas diperoleh DP dibelinya dari saat bus berhenti di Lampung.

Dengan menggunakan ponsel itulah, ia menghubungi sang bibi.

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul BEDA TEMUAN POLISI, Prada DP Ngaku Hamili Vera Oktaria dan Didesak Menikah, Polisi Ungkap Fakta Lain

Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved