George Toisutta Minta Dimakankan di Pusara Ibunya, Begini Suasana di TPU Dadi Makassar

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI (Purn) George Toisutta tutup usia, Rabu (12/6/2019).

George Toisutta Minta Dimakankan di Pusara Ibunya, Begini Suasana di TPU Dadi Makassar
TRIBUN TIMUR/MUSLIMIN EMBA
Suasana TPU Dadi, Kelurahan Maricaya, Makassar, lokasi rencana pemakaman Jenderal TNI (Purn) George Toisutta di pusara makam ibunya, ST Hasna, Rabu (21/6/2019) siang. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI (Purn) George Toisutta tutup usia, Rabu (12/6/2019).

Jenderal bintang empat itu meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, saat menjalani perawatan kanker usus yang diderita.

Oleh keluarga almarhum, Haji Ruslan Hasan (53) selaku adik ipar George Toisutta, sebelum meninggal dunia, George Toisutta memilih dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) daripada harus dimakamkan di Tempat Pemakaman Pahlawan (TMP).

Baca: INNALILLAH Jenderal TNI (Purn) George Toisutta Meninggal Dunia, Mantan Wakil Ketua Timses Prabowo

Baca: Doa-doa untuk Kesembuhan George Toisutta Jenderal TNI Kelahiran Makassar Kini Terbaring Lemah di RS

Baca: TRIBUNWIKI - Prabowo Jenguk George Toisutta yang Terbaring Sakit di RSPAD, Siapa George Toisutta?

Pasalnya, kata Haji Ruslan Hasan, pria kelahiran Makassar 1 Juni 1953 itu meminta agar jenazahnya dimakamkan tepat di pusara mendiang ibunya, ST Hasna.

"Hasil rembukan keluarga, beliau (George Toisutta) dimakamkan di tanah kelahirannya di Makassar, susuai dengan amanah beliau sewaktu hidup, beliau mengatakan tolong saya dimakamkan di pangkuan ibu saya (ST Hasna)," kata Haji Ruslan.

ST Hasna yang wafat pada 23 Juli 1982 dimakamkan di TPU Pekuburan Dadi, Kelurahan Maricaya, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar.

Pantauan di lokasi pukul 13.26 Wita, pekuburan Dadi nyari tidak terdapat lagi lahan kosong.

Hampir seluruh lahan dalam komplek pekuburan itu telah dipenuhi makam-makam.

Beberapa posisi makam juga sudah tampak tidak beraturan.

Peziarah atau pelayat yang hendak berjalan ke area tengah pekuburan harus berjalan ditepi pusara makam yang berhimpitan.

Halaman
12
Penulis: Muslimin Emba
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved