Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Anak Tersangka Terduga Rencana Bunuh 4 Jenderal Ungkap Fakta Baru Tentang Senjata yang Akan Dipakai

Anak Tersangka Terduga Rencana Bunuh 4 Jenderal Ungkap Fakta Baru Tentang Senjata yang Akan Dipakai

Editor: Rasni
Tribunnews
Anak Tersangka Terduga Rencana Bunuh 4 Jenderal Ungkap Fakta Baru Tentang Senjata yang Akan Dipakai 

TRIBUN-TIMUR.COM - Anak tersangka Terduga Rencana Bunuh 4 jenderal Ungkap Fakta Baru Tentang Senjata yang Akan Dipakai

Aksi demonstrasi 22 Mei 2019 berbuntut panjang. 

Pelaku kerusuhan di aksi tersebut kini ditahan polisi dan disebut punya misi membunuh 4 jenderal besar Indonesia. 

Namun ada fakta berbeda diungkap anak salah seorabng tersangka

Asal muasal senjata yang rencananya digunakan untuk mengeksekusi si jenderal. 

Baca: Video Detik-detik Prabowo Subianto Minta Pendukungnya Mundur saat Heboh Demo 22 Mei 2019

Cek selengkapnya: 

Fifi alias AF (53) adalah satu di antara enam tersangka yang diamankan kepolisian atas dugaan rencana pembunuhan 4 Jenderal negara.

AF diamankan lantaran diduga memberikan suplai senjata bagi tersangka lain yang berperan sebagai eksekutor.

Terkait senjata yang dimiliki AF, anak tersangka yakni Bayu Putra Harfianto (28) membeberkan fakta lainnya.

Dikutip dari Wartakotalive.com, Bayu dan tiga adiknya mengaku tidak menyangka soal penangkapan sang ibu terkait kasus rencana pembunuhan empat pejabat negara tersebut.

 

Bayu menuturkan, sang ibu sebenarnya mempunyai masalah utang piutang dengan tersangka lain yaitu Iwan alias HK.

"Ibu saya pinjam uang ke Iwan dan jaminannya yang diminta senjata itu, pemberian rekan ayah saya," ujar Bayu Rabu (29/5/2019).

Bayu juga mengomentari soal pemberitaan media yang menurutkan bahwa sang ibu adalah orang yang menyediakan senjata.

"Seolah-olah di media, ibu saya nyediain senjata dan nyuruh mereka tembak nih bunuh. Padalah tidak. Ibu saya enggak tahu senjata yang digadaikannya ke Iwan mau dipakai untuk apa," kata Bayu.

Baca: Saksi Ahli Bongkar Fakta-fakta Pernikahan Hilda Vitria & Kriss Hatta, Berapa Kali BerHubungan Intim?

Baca: Mudik, Harga Tiket Kapal Bulukumba-Selayar Tidak Naik

Baca: Saksi Ahli Bongkar Fakta-fakta Pernikahan Hilda Vitria & Kriss Hatta, Berapa Kali BerHubungan Intim?

Dijelaskan oleh Bayu, senjata api revolver kaliber 8 tersebut adalah pemberian rekan sang ayah berkantor sebagai ketua yayasan dan memiliki gedung di Kantor Cawang Kencana, Jakarta Timur dan sempat menjabat sebagai Sekjen Depsos.

Senjata tersebut hanya disimpan keluarganya di Gedung Cawang Kencana, Jakarta Timur, di mana sang ayah berkantor sebagai ketua yayasan sebagai Sekjen Depsos.

"Lalu senjata itu menjadi jaminan utang ibu Rp 25 juta ke Iwan, atau digadai. Karena ibu butuh uang untuk mempertahankan Gedung Cawang Kencana yang sedang sengketa dengan Kemensos," kata Bayu.

Menjelaskan soal senjata yang dimiliki sang ibu, Bayu lantas menuturkan soal sang ayah yang pernah divonis kasus korupsi Gedung Cawang dan mendekam di tahanan sejak 2014.

Akibatnya, kondisi ekonomi keuangannya memburuk sampai akhirnya AF mencari cara untuk membertahankan Gedung Cawang yang menjadi sengketa.

"Sementara ibu butuh uang untuk mempertahankan Gedung Cawang Kencana yang sedang sengketa dengan Kemensos," kata Bayu.

"Karena butuh uang, ibu saya cari pinjaman. Lalu ada namanya Pak Andi. Pak Andi ini teman ibu-ibu di gerakan Gempur (Gerakan Emak-emak Peduli Rakyat), yang dipimpin ibu saya. Pak Andi lalu mengenalkan ibu saya ke Pak Iwan yang katanya bisa meminjamkan uang Rp 25 Juta," lanjutnya.

Baca: Pakai Nama Superman, Perusahaan Makanan Ringan di Indonesia ini Menang atas Gugatan DC Comics

Baca: Usai Salat Subuh di Masjid AL Haq, Pj Wali Kota Makassar Serahkan 1 Satu Unit Fukuda

Baca: Jokowi Beri Sinyal Ketika Ditanya Kemungkinan AHY dan Sandiaga Uno Jadi Menterinya, Benar Gabung?

Soal penangkapan sang ibu, Bayu mengaku shock dan juga tidak percaya.

"Saya masih shock saja waktu dikasih tahu ibu ditangkap soal ini. Juga yang bikin kita tambah shock, opini yang dibangun media," jelas Bayu.

Menurut Bayu, sang ibu sama sekali tidak mengetahui soal rencana pembunuhan yang melibatkan senjata pemberian rekan sang ayah.

Peran AF dalam Rencana Pembunuhan Para Tokoh

Dikutip dari Tribunnews.com, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Muhammad Iqbal membeberkan siapa saja tersangka perusuh aksi 22 Mei, yang terlibat rencana pembunuhan tokoh politik.

Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers yang dilakukan di Kantor Kemenko Polhukam, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (27/5/2019) lalu.

Tersangka rencana pembunuhan tokoh tersebut adalah HK, AZ, IR, dan TJ yang masing-masing berperan sebagai eksekutor.

Sementara dua lainnya yakni AD dan satu perempuan berinisial AF yang merupakan penjual senjata api dari harga Rp 5 juta sampai Rp 50 juta rupiah.

“Awalnya HK diperintahkan seseorang untuk membeli senjata api pada Oktober 2018 yang kemudian berhasil didapatkan dari AD dan AF pada 13 Oktober 2018, senjata yang didapatkan diserahkan juga pada AZ dan TJ," jelas Iqbal, Senin (27/5/2019).

"Kemudian pada Maret 2019 HK menerima perintah untuk membunuh dua tokoh nasional, pada 12 April 2019 ada perintah lagi untuk membunuh dua tokoh nasional lainnya plus satu pimpinan lembaga swasta, yaitu lembaga survei, sehingga total ada empat tokoh nasional yang jadi target,” ungkap Iqbal.

Empat Tokoh yang Jadi Target Pembunuhan

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengungkap nama empat tokoh nasional yang diancam akan dibunuh kelompok perusuh dalam aksi 21-22 Mei.

Dalam jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (28/5/2019), Tito menyebutkan nama Menko Polhukam Wiranto juga termasuk dalam daftar target yang direncanakan akan dibunuh.

Tito menyebutkan, ada 4 tokoh nasional yang menjadi target pembunuhan.

Dijelaskannya, nama-nama tokoh negara ini berdasarkan keterangan dari para pelaku dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

"Dasar kami sementara hanya BAP pro justitia, hasil pemeriksaan kepada tersangka yang sudah kita tangkap. Jadi bukan karena berdasarkan informasi intelijen, beda," jelas Tito dikutip dari tayangan Live tvone Selasa (28/5/2019).

"Mereka (para perusuh yang ditangkap) menyampaikan nama Pak Wiranto," kata Tito, disambut acungan jari oleh Wiranto yang duduk di sampingnya.

"Terus ada Pak Luhut Menko Maritim, ketiga itu adalah Pak KaBIN (Budi Gunawan), keempat Bapak Gories Mere," sambung dia.

Baca: Mulai 2 Juni, Ada Penambahan Kapal di Pelabuhan Feri Mamuju

Baca: Istri Mayjen Moerwanto Diduga Mau Bunuh 4 Jenderal, Ternyata 2 Anaknya Ngaku Cebong Pendukung Jokowi

Selanjutnya, Tito menyebutkan ada juga pimpinan lembaga survei yang menjadi target dari kelompok perusuh itu.

Namun, Tito tak mau menyebutkan nama siapa yang ia maksud.

"Yang jelas kami selalu sejak awal, kami memberikan informasi, memberikan pengawalan-pengawalan," katanya. (TribunWow.com/Nila/Ananda)

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:
A

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Pengakuan Anak Tersangka Dugaan Rencana Pembunuhan 4 Jenderal, Beberkan Fakta Lain soal Senjata

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved