Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Istri Mayjen Moerwanto Diduga Mau Bunuh 4 Jenderal, Ternyata 2 Anaknya Ngaku Cebong Pendukung Jokowi

Istri Mayjen Moerwanto Diduga Mau Bunuh 4 Jenderal, Ternyata 2 Anaknya Ngaku Cebong Pendukung Jokowi

Editor: Ilham Arsyam
Youtube
Asmaizulfi, tersangka kasus rencana pembunuhan 4 jenderal 

Istri Mayjen Moerwanto Diduga Mau Bunuh 4 Jenderal, Ternyata 2 Anaknya Ngaku Cebong Pendukung Jokowi

TRIBUN-TIMUR.COM - Asmaizulfi atau AF alias Fifi (53) menjadi salah satu tersangka kasus rencana pembunuhan terhadap empat tokoh nasional.

Diketahui, Fifi yang memiliki nama lengkap Asmaizulfi adalah istri Mayjen (Purn) Moerwanto.

Fifi juga merupakan Ketua Gempur (Gerakan Emak-emak Peduli Rakyat), organisasi sayap pendukung Prabowo-Sandiaga.

Meski Fifi dan suaminya aktif dalam organisasi dukungan ke pasangan capres 02 Prabowo-Sandiaga, dua dari empat anak mereka, ternyata adalah pendukung Jokowi-Maruf.

Hal itu dikatakan Bayu Putra Harfianto (28), anak pertama AF alias Fifi saat ditemui Warta Kota di rumahnya di Komplek Zeni AD, Kelurahan Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (29/5/2019).

"Saya sama adik nomor tiga dukung Jokowi. Kalau yang bungsu kan belum nyoblos. Saya pribadi kalau bicara ke ibu saya bilang saya Jokowi. Waktu nyoblos 17 April kemaren pun, saya Jokowi," kata Bayu.

Rumah AF alias Fifi satu dari 6 tersangka aksi 22 Mei 2019 yang diduga merencanakan pembunuhan ke 4 pejabat negara.
Rumah AF alias Fifi satu dari 6 tersangka aksi 22 Mei 2019 yang diduga merencanakan pembunuhan ke 4 pejabat negara. (Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau)

Hal itu, kata Bayu, adalah hal yang lumrah di keluarganya karena sejak dulu keluarganya sangat demokratis.

"Suasana di keluarga kami memang demokratis sejak dulu. Karena beda pilihan ini kita jadi sering bercanda, terutama kalau makan," papar Bayu.

"Ibu bilang dengan bercanda ke adik saya jangan dengerin omongan saya karena saya cebong. Lalu kita bales candaannya dan kita ketawa semua."

Ia mengakui ibunya sempat mengarahkan dirinya dan adiknya nomor 3 untuk mencoblos Prabowo-Sandi.

"Ibu coba mengarahkan itu pastilah. Tapi ini kan demokrasi dan ibu sadar itu, kalau kita punya pilihan masing-masing, nggak apa-apa," katanya.

Karenanya, kata Bayu, kalau ibunya disalahkan dan dijadikan tersangka hanya karena mendukung Prabowo maka demokrasi saat ini sudah tidak benar.

"Berarti gak demokrasi dong," katanya.

Menurut Bayu, sebelum hari pencoblosan Ia dan ibunya sering berdiskusi tentang kelebihan Prabowo dan kekurangan juga kelebihan Jokowi dan kekurangannya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved