Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

OPINI

OPINI - Anarkho Sindikalisme

Mengapa anarkhisme memiliki musuh dan siapakah musuh-musuh anarkhisme? Apa itu anarkhisme?

Editor: Aldy
zoom-inlihat foto OPINI - Anarkho Sindikalisme
tribun timur
forum studi humaniora makassar

Perjuangan kelas tidak lagi berbasis pertentangan miskin-kaya, raja-sahaya, tuan tanah-budak, tapi lebih universal.

Keprihatinan terhadap kerusakan bumi mewabah bak virus dikomunitas-komunitas diskusi.

Para anak muda diskusif ini menembus relung imajinasi melihat kerusakan dimasa depan tak terelakkan.

Berawal dari bincang literasi kemudian beranjak berorganisasi dan selebihnya taktik berlawan.

Tak ayal, gerakan ‘anarkho hijau’ menyasar industri-industri pabrik, pertambangan, penyebab polusi, perkebunan besar, hingga eksploitasi hutan dan laut, sebagai titik serang yang harus mereka lawan.

Gerakan hijau mewabah tanpa konsentrasi negara, bangsa, dan agama. Para greenarkhis terorganisasi global melalui tuts-tuts gadget media sosial.

Baca: Bahtiar dan Dewi Gagas Pilot Project Budidaya Jagung Hibrida di Luwu Utara

Tidak mudah memahami anarkhisme hanya karena latah oleh vonis sosial bahwa anarkhisme identik dengan “kekacauan dan ketidakteraturan”.

Kaum anarkhis sering menjadi cecar dan sasaran ketika terjadi situasi chaos dalam banyak peristiwa tragik secara historial.

Sangat jelas, kaum anarkhis bukan teroris. Perbedaan anarkhis dengan teroris sangat kontras basis filosofisnya.

Bagi kaum anarkhis, chaos hanya metodologi, bukan tujuan!

“Fenomenal”? Tentu! Jelasnya, mereka bukan anak muda para-begal.

Mereka bukan anak muda picisan dalam kehidupan hedon romantik. Mereka anak muda pecinta bumi.

Mereka pecinta kemanusiaan dan berjuang untuk hak asasi banyak orang. Mereka anak muda pemikir dan militan untuk melawan ketidakadilan.

“So next is”? Puyeng? Yang pasti, mungkin mereka memiliki banyak musuh.

Namun, mereka anak muda yang adab dan dialogis penuh cita dan visi. Kenali mereka.

Pahami ajarannya dan se-sekali dengarkan mereka.

Ingat, mereka terlahir dari ari-ari keilahian dan berjuang untuk perdamaian dan atas nama cinta!

“Jatuh saja, keuntunganmu karena masih muda” (Lao Tzu). (*)

Catatan: tulisan ini telah terbit di Tribun Timur edisi cetak, Rabu (15/05/2019)

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved