OPINI

Marhaban Ya Ramadhan

Marhaban terambil dari kata rahb yang berarti ‘luas’ atau ‘lapang’, sehingga marhaban menggambarkan bahwa tamu disambut dan diterima

Marhaban Ya Ramadhan
Dok
Muh. Affian, Mahasiswa Ilmu Al-Qur'an & Tafsir Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Marhaban ya Ramadhan berarti “Selamat datang Ramadhan”, mengandung arti bahwa kita menyambutnya dengan lapang dada, penuh kegembiraan, tidak dengan menggerutu dan menganggap kehadirannya ‘mengganggu ketenangan’ atau suasana nyaman kita.
Marhaban ya Ramadhan kita ucapkan untuk bulan suci itu karena kita mengharapkan agar jiwa raga kita diasah dan diasuh guna melanjutkan perjalanan menuju Allah swt.

Dalam satu ungkapan dilukiskan bahwa, ada gunung yang tinggi yang harus ditelusuri guna menemui-Nya, itulah nafsu. Di gunung itu ada lereng yang curam, belukar yang lebat, bahkan banyak perampok yang mengancam, serta iblis yang merayu, agar perjalanan tidak dilanjutkan.

Bertambah tinggi gunung didaki, bertambah hebat ancaman dan rayuan, semakin curam dan ganas pula perjalanan.
Tetapi, bila tekad tetap membaja, sebentar lagi akan tampak cahaya benderang, dan saat itu, akan tampak dengan jelas rambu-rambu jalan, tampak tempat-tempat indah untuk berteduh, serta telaga-telaga jernih untuk melepaskan dahaga.

Bila perjalanan dilanjutkan akan ditemukan kendaraan Ar-Rahman untuk mengantar sang musafir bertemu dengan kekasihnya, Allah swt. Demikian kurang lebih perjalanan itu dilukiskan dalam buku Madarij As-Salikin.

Dalam menyambut jalannya bulan Ramadhan, setiap umat Islam perlu mempersiapkan bekal guna menelusuri jalan itu. Tahukah apa yang dimaksud dengan bekal itu? Benih-benih kebajikan yang harus kita tabur di lahan jiwa kita.

Tekad yang membaja untuk memerangi nafsu, agar kita mampu menghidupkan malam Ramadhan dengan shalat dan tadarrus, serta siangnya dengan ibadah kepada Allah swt. melalui pengabdian untuk agama, bangsa, dan negara. Semoga kita berhasil, dan untuk itu mari kita buka lembaran Al-Qur’an mempelajari bagaimana setiap tuntunannya.

Di dalam Al-Qur’an, di antara visi yang diembankan dalam kancah arena Ramadhan adalah untuk menggapai sebuah predikat takwa, maka berbagai persiapan pra Ramadhan sebelumnya yang telah kita lakukan, baik di bulan Sya’ban dan Rajab khususnya, sepatutnya dijadikan sebagai ajang pemusatan latihan (training center) menuju Ramadhan, maka Ramadhan ini laksana tempat pembinaan yang strategis dan handal.

Ramadhan harus dijadikan sebagai universitas untuk melahirkan lulusan terbaik sebagai ‘sarjana Ramadhan’ dengan predikat takwa, yang mampu memberikan nilai kebaikan dan lampu penerang bukan hanya untuk diri sendiri bahkan orang lainnya.

Maka sudah sekiranya bagi umat Islam untuk melapangkan diri dan bergembira menyambut bulan suci Ramadhan lewat menyebarkan ucapan “Marhaban Ya Ramadhan”. Wallahu A’lam.

Catatan: tulisan ini telah terbit di Tribun Timur edisi cetak, Senin (06/05/2019)

Editor: syakin
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved