Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

OPINI

OPINI - Ujian Nasional Bernama Pemilu

Ujiannya masih dengan metode lama. Menggunakan paku. Lokasinya di seantero negeri.

Editor: Aldy
handover
Dr Yasdin Yasir SPd MPd 

Oleh:
Dr Yasdin SPd MPd
(Dosen UNM/Pengurus Masika ICMI)

Jangan diganggu! Masyarakat Indonesia lagi sibuk.

Sibuknya, sibuk ujian. Sejak pekan lalu. Ujiannya berbeda.

Ada yang persiapan masuk perguruan tinggi. Ada juga yang berpikir masa depan bangsa.

Bentuk ujiannya beragam. Sejak 13 April 2019 lalu, ada yang ujian tertulis berbasis komputer (UTBK).

Sangat kekinian, mengikuti perkembangan teknologi terbaru. Lokasinya ujiannya di kampus.

Di institusi pendidikan lain yang ditunjuk sebagai mitra, juga ada yang terlibat. Nuansa ujian yang dilakoni sangat akademis.

Di tempat lain. Hari ini, 17 April 2019 ada juga yang ujian.

Ujiannya masih dengan metode lama. Menggunakan paku. Lokasinya di seantero negeri.

Di tempat pemungutan suara (TPS). Nuansanya seperti pesta. Resepsi hajatan politik lima tahunan. Bulan April, benar-benar menjadi ujian nasional bagi warga negara Indonesia.

Materinya, politik. Implikasinya macam-macam. Ekonomi, sosial, budaya, hingga pertahanan keamanan.

Semua dijadikan preferensi. Sejak 23 September 2018 hingga 13 April 2019, masyarakat Indonesia ‘dikuliahi’. Dihidangkan materi ujian. Diberi kisi-kisi melalui kampanye.

Baca: Korban Bencana Palu: Siapapun Presidennya, Tolong Ingat Kami!

‘Pengajarnya' para kontestan pemilu. ‘Kuliahnya’ sering diisi tim pemenangan.

Simpatisan sering kali menjadi asisten kampanye. Layaknya kuliah, metode kampanyenya juga variatif.

Ceramah, demostransi, diskusi, hingga debat dilakukan. Tujuannya jelas, memperkenalkan kandidat.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved