OPINI
OPINI - Ketika Unicorn Beraksi Dalam Pemilu
Debat antara calon presiden beberapa waktu lalu dan merupakan debat kedua telah meninggalkan kesan dan ekspektasi tersendiri bagi masyarakat.
Bukan tidak mungkin Indonesia bisa sejajar dengan negara unicorn lain yang sudah lebih dulu berjaya seperti Tiongkok dan Amerika Serikat yang masing-masing memiliki 181 dan 138 startup unicorn.
Untuk mewujudkan hal tersebut, tentu dibutuhkan sosok pemimpin yang mampu melihat startup unicorn sebagai peluang untuk mengembangkan dunia perekonomian Indonesia di kancah Asia bahkan dunia.
Oleh karena itu adalah langkah yang tepat menghadirkan pembahasan unicorn dalam perdebatan pasangan calon yang telah berlangsung kemarin.
Membahas mengenai masa depan Indonesia bersama unicorn, hal-hal apa saja yang harus diperhatikan kedua pasangan calon untuk mengembangkan unicorn agar kehadirannya bisa menjadi keuntungan bagi perekonomian Indonesia?
Baca: Ternyata Mahfud MD Sudah Lama Tahu Jika Andi Arief Pakai Narkoba, Bermula dari Cuitannya di Twitter
Baca: Mahasiswa JL Nekat Perkosa Mawar, Korban Ternyata Sepupu Pacarnya
Setidaknya terdapat tiga hal. Pertama, melihat kehadiran unicorn sebagai peluang, bukan hambatan. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa Indonesia tidak bisa melepaskan diri dari fenomena Revolusi Industri 4.0 yang berbasis teknologi informasi.
Jika tidak ingin tertinggal, Indonesia harus beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan segala hal yang ditawarkan oleh revolusi ini.
Kedua, menciptakan regulasi sebagai ‘aturan main’ untuk eksistensi unicorn di Indonesia. Para pelaku usaha pencipta startup unicorn saat ini membutuhkan suatu aturan untuk menjamin kegiatan usahanya dapat berjalan dengan baik dan lancar.
Saat ini, pengaturan tentang dunia usaha diakomodir dalam beberapa ketentuan. Di antaranya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1995 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.
Namun dalam beleid tersebut, tidak ada aturan khusus tentang perusahaan rintisan berbasis teknologi.
Terakhir, ketiga yaitu menyiapkan sarana dan prasarana penunjang untuk aktivitas startup unicorn dalam bentuk peningkatan dan pemerataan konektivitas digital di seluruh wilayah Indonesia.
Toh pada akhirnya apa pun aksi unicorn kita berharap dapat berdampak positif dalam pembangunan ekonomi bangsa Indonesia, bukan hanya sebatas adu ketangkasan silat lidah dan saling menjatuhkan satu sama lain. Semoga..!!! (*)
Catatan: Tulisan ini telah dipublikasikan juga di Tribun Timur edisi print, Rabu 06 Maret 2019