AGRA Bulukumba Mengutuk, PT Lonsum Tak Akui Ada Penganiayaan
Pada saat pengosongan itulah diduga terjadi penganiayaan terhadap Alif, salahsatu warga yang bertahan di lokasi tersebut.
Penulis: Firki Arisandi | Editor: Imam Wahyudi
firki/tribunbulukumba.com
Ketua Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Rudy Tahas (memegang mic), saat menghadiri pertemuan dengan PT Lonsum, di ruang rapat Bupati Bulukumba, Rabu (6/3/2019).
"Kami telah menunjukkan bahwa masyarakat adat adalah masyarakat yang beradab. Kami bisa melakukan perlawanan sebenarnya, tapi kami tidak lakukan itu," jelas Rudy.
Dalam pertemuan itu, Rudy mengungkapkan pengecaman terhadap aksi pembongkaran PT Lonsum sebanyak dua kali.
"Kami mengutuk dan mengecam pristiwa itu. Berdasarkan keputusan, memang tidak ada kesepakatan, karena buntu pada saat itu," jelas Rudy. (TribunBulukumba.com)
Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi, IG: @arisandifirki
Berita Terkait