Breaking News:

CITIZEN REPORTER

Sri Rahmi Konsern Sosialisasikan Perda Sistem Perlindungan Anak

"Jangan sampai Perda hanya diketahui oleh pemerintah saja, sedangkan warga tidak paham," demikian politisi PKS ini mengingatkan.

Penulis: CitizenReporter | Editor: Hasrul
Citizen Reporter
Sri Rahmi Konsern Sosialisasikan Perda Sistem Perlindungan Anak 

Rusdin Tompo, aktivis anak melaporkan dari Kecamatan Tamalate, Makassar

Menutup bulan Februari 2019, anggota DPRD Sulsel, Sri Rahmi mengadakan kegiatan Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Sistem Perlindungan Anak di Pa'lannassang, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Makassar.

Di hadapan peserta sosialisasi yang didominasi kaum ibu, Wakil Ketua Komisi A itu mengaku prihatin dengan kondisi anak-anak di Sulsel. Kasus-kasus kekerasan bahkan kekerasan sesual cenderung meningkat. Sri Rahmi kemudian memperlihatkan headline salah satu koran harian terbitan Makassar.

Baca: Minuman Ini Disukai Banyak Orang, Tapi Berisiko Terjangkiti Penyakit Leukimia Pada Ibu Hamil

"Berita seperti ini, yang menggambarkan maraknya kekerasan, bikin kita semua miris. Itulah mengapa saya konsern sosialisasikan Perda Sistem Perlindungan Anak," jelas perempuan yang akrab disapa Bunda itu.

Padahal, katanya, ada banyak Perda yang dihasilkan tapi minim sosialisasi. Sri Rahmi, bercerita ketika dilakukan evaluasi terhadap organisasi perangkat daerah (OPD), ternyata ada banyak Perda yang belum diketahui oleh masyarakat.

"Jangan sampai Perda hanya diketahui oleh pemerintah saja, sedangkan warga tidak paham," demikian politisi PKS ini mengingatkan.

Baca: Dianggap Mengganggu Keindahan, Satpol PP Tertibkan Pedagang di Taman Kota Mamasa

Selain Perda tentang Sistem Perlindungan Anak, Sri Rahmi juga gencar mempromosikan beberapa Perda lainnya, yakni Perda tentang Kawasan Tanpa Rokok, Perda Air Susu Ibu (ASI), Perda tentang Penyelenggaraan Pendidikan, dan Perda Pengarusutamaan Gender (PUG).

Pada sosialisasi yang diadakan Kamis (28/2/2019), di kampung nelayan itu, hadir sebagai pembicara Rusdin Tompo, seorang aktivis anak. Sri Rahmi memang kerap mengajak para aktivis untuk melakukan sosialisasi tentang hak-hak anak. Misalnya, ia pernah mengajak Fadiah Machmud, Ketua LPA Sulsel, dan Ida Rustam dari Solidaritas Perempuan Anging Mammiri (SPAM).

Baca: Jadwal dan Live Streaming MotoGP 2019 di Losail Qatar: Ini 10 Hal Baru dan Persiapan Valentino Rossi

Rusdin Tompo mengatakan bahwa sosialisasi ini penting supaya masyarakat tahu dan paham. Karena ada fiksi hukum yang mengasumsikan bahwa masyarakat tahu akan keberadaan suatu peraturan perundang-undangan. Padahal belum tentu. Kalau masyarakat paham pentingnya perlindungan anak maka mereka akan berpartisipasi.

"Tanggung jawab dan hak masyarakat untuk berpartisipasi itu dijamin dalam UU, termasuk Perda ini," tegas Rusdin Tompo.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved