Tribun Wiki
TRIBUNWIKI: Didirikan Anak Muda Indonesia, Sejarah Terbentuknya GoJek
Aplikasi Go-Jek diluncurkan pada Januari 2015, dan dalam waktu kurang dari dua tahun, aplikasi ini telah mengumpulkan hampir 30 juta unduhan.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
Go-Jek merekrut 100 lulusan baru di bidang teknik.
Perjalanan Go-Jek menjadi startup unicorn dimulai pada pertengahan 2014, ketika popularitasnya yang meningkat menghasilkan peningkatan lebih tinggi dari target $ 1,5 miliar dalam putaran penggalangan dana dari beberapa investor termasuk Sequoia Capital, Temasek Holdings, KKR, Tencent, Meituan-Dianping, Warburg Pincus, Grup Northstar, Farallon Capital Management LLC, Grup Capital Cos, DST Global, JD.com dan NSI Ventures.
Pada tahun 2018, dua perusahaan terbesar dan terkemuka di Indonesia, Astra International dan BliBli.com, anak perusahaan dari PT Global Digital Prima (PDB) Ventures, perusahaan investasi Djarum juga berinvestasi di Go-Jek . Perusahaan internet Amerika, Google juga melakukan investasi langsung.
Ini memperkuat status Go-Jek sebagai startup "unicorn", dan menjadi startup paling berharga di seluruh Indonesia.
Ia juga menyebutkan minat untuk mengeksplorasi kemungkinan menjadi startup bernilai miliaran dolar untuk mengadakan penawaran umum perdana tanpa kerangka waktu tertentu.
Pada tahun 2016, ia mengumumkan kolaborasi dengan Blue Bird, sebuah perusahaan taksi besar Indonesia.
Pada tahun yang sama meluncurkan Go-Car, memperluas perjalanan-naik dari armada sepeda motor ke mobil, dan meluncurkan Go-Auto, menyediakan layanan mekanik on-demand. Hingga Agustus 2016, secara resmi menjadi sistem transportasi online pertama di Indonesia.
Dalam menjalankan GPS mereka, ia bermitra dengan Google Maps.
Kemitraan lainnya termasuk hiburan; Google Play dan MNC Vision. Pembayaran tagihan; Layanan Kredit AEON & Suzuki Finance Indonesia. Dan penyedia listrik nasional PLN, serta asuransi kesehatan nasional BPJS Kesehatan.
Pada bulan Februari 2019, CEO Garuda Ari Ashkara mengatakan kepada Reuters bahwa Garuda sedang dalam diskusi lanjutan dengan Go-Jek untuk pengiriman produk yang dijual di Go-Jek di 17.000 Kepulauan Indonesia.
Go-Jek menyimpang dari logika bisnis suplai-dikte-permintaan dan pertama-tama berfokus pada peningkatan armadanya, menggunakan driver yang ada untuk melakukan perekrutan gaya jalanan di stadion bola basket.
Sebuah studi penelitian melaporkan bahwa pendapatan rata-rata dari mitra pengemudi penuh waktu (Rp 3,48 juta per bulan) adalah 1,25 kali lebih tinggi dari rata-rata upah minimum di Indonesia (Rp 2,8 juta per bulan). Pendapatan rata-rata dari mitra pengemudi (Rp 3,31 juta) lebih tinggi dari karyawan profesional pada umumnya (Rp 3,10 juta untuk karyawan sektor transportasi; Rp 2,34 juta untuk karyawan sektor industri; Rp 2,66 juta untuk karyawan staf).
Sesuai dengan saluran YouTube Temasek Digital, Go-Jek telah menyumbang sekitar IDR9,9 triliun (US $ 732 juta) setiap tahun untuk perekonomian Indonesia.
Setelah menutup putaran pendanaan pada Agustus 2016 yang mengumpulkan hingga $ 550 juta, [40] dua perusahaan terbesar di Indonesia, Astra International, dan Blibli.com, berinvestasi di Go-Jek.
Investor internasional termasuk raksasa teknologi seperti perusahaan Amerika Google dan Tencent China, bersama dengan perusahaan investasi global Temasek.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/21122018_gojek_ride.jpg)