Alasan Driver Ojol Tolak 8 Jam Kerja Sehari Saat Uji Publik Rancangan Permenhub & Reaksi Ahmad Yani

Driver Ojol Tolak 8 Jam Kerja Sehari Saat Hadiri Uji Publik Rancangan Permenhub dan Reasi Ahmad Yani

Alasan Driver Ojol Tolak 8 Jam Kerja Sehari Saat Uji Publik Rancangan Permenhub & Reaksi Ahmad Yani
HANDOVER
Komunitas Driver Ojol Kota Makassar (Gambar ilustrasi) 

Dan mengemudi selama 2 jam berturut-turut wajib beristirahat paling singkat 30 menit.

Direktur Angkutan Jalan Kemenhub, Ahmad Yani menjelaskan, aturan tersebut dibuat dengan pertimbangan masalah kesehatan dan keselamatan berlalu lintas. 

Dia mengaku, pembatasan jam kerja bagi driver ojol selaras dengan UU Ketenakerjaan yakni 8 jam sehari.

"Kita kan mengacu di Undang-undang Ketenagakerjaan. 8 jam itu batas kelelahan manusia. Dimana-mana 8 jam. Jangankan di Indonesia, luar negeri pun seperti itu. Kita nggak mau masyarakat kita mati di jalan karena kelelahan," kata Ahmad Yani.

Dilansir dari Kompas.com, sebelumnya Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, setelah dilakukan uji publik, pihaknya akan melihat respons dari para driver dan masyarakat mengenai aturan ini.

"Mungkin nanti kalau ada beberapa masukan yang sangat sensitif, dan mungkin untuk dimasukkan dengan catatan akan dilakukan pembahasan kembali, itu akan diakomodir. Tapi kalau tidak ya paling hanya sebagai pengkayaan untuk diskusi," ujar Budi di kantornya, Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Budi mengaku sejauh ini tak melihat adanya penolakan dari para driver mengenai isi peraturan terasebut.

Dalam aturan baru tersebut, akan tersedia tiga poin yang diutamakan, yakni mengenai tarif, suspend dan keselamatan.

"Rata-rata ya di beberapa kota itu bukan bicara menyangkut substansi, bicaranya itu adalah masalah representasi tim 10 itu kemudian kenapa si b, kenapa tidak ada dari Medan," kata Budi.

Diketahui kota-kota yang telah dilakukan uji publik, yakni Makassar, Medan dan Bandung.

Halaman
1234
Penulis: Desi Triana Aswan
Editor: Mansur AM
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved