Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Wiki

TRIBUNWIKI: Emmy Saelan Jadi Nama Jalan dan Ada Monumennya, Ini Kisah Perjuangannya

Inovasi teknologi yang dihasilkan Polygon dan diakui dunia adalah Floating Suspension System yg lahir 2012 yg hingga kini masuk pada generasi ke-3.

Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
google.com
Emmy Saelan 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Desi Triana Aswan

TRIBUNTIMUR.COM, MAKASSAR - Di Makassar saat ini ada dua nama jalan Emmy Saelan. Yakni Jl Emmy Saelan di area Losari, dan Jl Monumen Emmy Saelan, di area selatan kota yang berbatasan dengan Jl Sultan Alauddin.

Hal ini  merupakan wujud nyata dikenangnya nama pejuang wanita ini.

Pejuang Wanita

Emmy Saelan merupakan salah satu tokoh yang juga memiliki peran penting atas perjuangan melawan penjajah Belanda.

Dilansir dari, wikipedia sejak muda, Emmy Saelan  dilahirkan di Makasar,  15 Oktober 1924. Ia sebagai putri sulung dari tujuh bersaudara. Ayahnya, Amin Saelan adalah tokoh pergerakan Taman Siswa di Makasar dan penasihat organisasi pemuda.

Suatu kali, pernah ia berkesempatan menggunakan posisinya sebagai perawat untuk melepaskan para pejuang yang ditawan Belanda.

Sebuah tindakan yang berbahaya namun ketakutan pun diterobosnya agar para pejuang tersebut bebas.

Pada bulan Juli 1946, ia menggabungkan diri dengan pasukan Laskar Pemberontak Rakyat Indonesia Sulawesi atau LAPRIS di bawah pimpinan Ranggong Daeng Romo yang meneruskan perjuangan gerilya di hutan-hutan.

Mana kala satuan-satuan Belanda menyerang kasi-kasi, Emmy Saelan turut melemparkan granat ke arah Belanda yang hendak menangkapnya. Alhasil delapan Belanda tewas dan 1 pejuang tewas. 1 pejuang itu adalah Emmy Saelan sendiri.

Lulusan SMP Nasional

Emmy adalah salah satu pejuang muda lulusan sekolah SMP Nasional di Kota Makasar. Didirikan tahun 1945 oleh tokoh-tokoh pejuang di Makassar yang tidak bersepakat dengan rencana dibukanya sekolah NICA.

Guru-guru yang mengajar di kala itu adalah para tokoh republik. Sekolah ini hingga sekarang masih berdiri di Jl Dr Sam Ratulangi Makasar. Sekolah ini sendiri telah banyak melahirkan tokoh pejuang republik yang terletak di sekitar belakang stadion Mattoanging.

Di saat agresi militer ke dua Belanda terjadi, para pelahar sekolah tersebut membentuk laskar perjuangan dan bergerilya. Laskar perjuangan tersebut diberi nama Harimau Indonesia.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved