Tribun Wiki
TRIBUNWIKI: Emmy Saelan Jadi Nama Jalan dan Ada Monumennya, Ini Kisah Perjuangannya
Inovasi teknologi yang dihasilkan Polygon dan diakui dunia adalah Floating Suspension System yg lahir 2012 yg hingga kini masuk pada generasi ke-3.
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Ina Maharani
Keberadaan Emmy sangat penting sebagai pimpinan Palang Merah untuk menyertai gerakan operasi.
Namun, ternyata Emmy tidak sabar menunggu jemputan dan mendahului turun ke Makasaar untuk bergabung dengan pasukan Harimau Indonesia.
Sehingga ketika tiba di Polombangkeng, Maulwi tidak bersua dengan sang kakak dan sempat tinggal beberapa hari di Polombangkeng, baru kemudian turun ke Makasar.
Sesampainya di Makasar, ia mendapati pasukan Harimau Indonesia sedang bersiap hendak meluaskan operasi ke utara yaitu Pankajene dan Tanete Baru.
Di sinilah, Maulwi sempat bertemu dengan Emmy namun Emmy tidak turut ke utara.
Pimpin Pertempuran, Gugur
Kala itu, 23 Januari 1947, Emmy memimpin 40 orang bertempur di Kampung Kasi Kasi. Dari 40 orang yang dipimpin oleh Emmy, hanya 1 regu yang bersenjata api, lainnya masih menggunakan senjata tradisional Pertempuran itu sendiri dikoordinasikan oleh Wolter Monginsidi yang sedang berada di Kampung Tidung.
Emmy dan rombongan terkepung oleh pasukan tank Belanda dan dihujani tembakan, sehingga saat itu Monginsidi pun memerintahkan anak buahnya supaya mundur, termasuk Emmy Saelan, meski Monginsidi terletak di tempat terpisah.
Dikisahkan, Monginsidi memerintahkan Emmy untuk mundur ke Kasi-Kasi setelah musuh semakin gencar menyerang dengan tank-tank, padahal Emmy juga sedang membawa korban-korban luka.
Emmy pun memimpin rombongannya untuk mundur, namun apa mau dikata, itu sudah terlambat. Emmy semakin terdesak dan terkepung. Tentara Belanda memerintahkannya untuk menyerah, apalagi semua teman Emmy sudah tewas tertembak kecuali Emmy sendiri.
Emmy tak peduli dengan perintah Belanda, untuk terakhir kalinya, Emmy melemparkan granat ke tengah-tengah tentara Belanda, sejumlah tentara Belanda tewas terbunuh, termasuk Emmy sendiri.
Serdadu-serdadu KNIL sendiri sebelumnya tidak mengetahui bahwa yang meledakkan granat ke arah mereka adalah Emmy Saelan, seoran perempuan yang sedang mereka kejar.
Mereka tidak menyadarinya karena Emmy mengenakan pakaian lelaki dengan celana panjang. Setelah mengetahui bahwa yang tewas itu adalah Emmy, para sedadu KNIL bersorak gembira.
Wolter Monginsidi Berduka
Wolter Monginsidi yang kemudian mendapat kabar bahwa Emmy gugur di medan pertempuran pun seakan tidak percaya. Sore itu, 23 Januari 1947, kabar tewasnya Emmy dirasakan sebagai pukulan keras bagi Wolter Monginsidi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/emmy-saelan.jpg)