Jembatan Keppe Penyebab Banjir Luwu?

Pasalnya, desain jembatan tersebut yang terletak di jalan poros trans Sulawesi, penyebab utama banjir di wilayah tersebut.

Jembatan Keppe Penyebab Banjir Luwu?
desi/tribunluwu.com
Jembatan Keppe Penyebab Banjir Luwu 

Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Desy Arsyad

TRIBUNLUWU.COM, BELOP - Warga Keppe, Desa Rantebelu, Kecamatan Larompong, Luwu, protes desain jembatan Keppe yang berdiri sejak dua tahun silam.

Pasalnya, desain jembatan tersebut yang terletak di jalan poros trans Sulawesi, penyebab utama banjir di wilayah tersebut.

Dimana, jembatan tersebut memiliki tiang penyangga di tengah jembatan.

Ketika air di sungai meluap sampah dari hulu tertampung di jembatan tersebut, dan air tidak bisa mengalir.

"Jembatan ini menggunakan tiang penyangga di tengah. Jadi sampah ranting pohon dari hulu semua tertampung di tiang, tidak bisa lewat jika air besar," ujar seorang warga Keppe, Andi Mahmud, Jumat (25/1/2019).

Sehingga luapan air sungai tak bisa mengalir di jembatan tersebut, dan meluap ke pemukiman warga.

"Ini sudah dua tahun terakhir warga terus terkena dampak banjir. Jembatan ini mulai dikerjakan tahun 2014 dan selesai di tahun 2016," tutur Mahmud.

Tak hanya Desa Rantebelu, beberapa desa lainnya di Kecamatan Larompong juga terkena dampaknya antara lain, Desa Riwang, Bilante dan Buntu Matabing.

Dia juga berharap Anggota DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) yang merupakan perwakilan dari Luwu Raya untuk menyampaiakn aspirasi masyarakat membongkar jembatan tersebut.

Jembatan ini merupakan jalan nasional, sehigga dibangun dari dana pusat melalui Balai Besar Jalan dan Jembatan Provinsi Sulsel.

"Kasian masyarakat di Keppe dan sekitarnya was-was, apalagi saat ini sudah mau memasuki musim hujan. Kami minta agar jembatan ini dibongkar dan desainnya diganti," ucapnya.

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved