Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Konstruksi Smelter Kalla di Luwu Sudah 80 Persen, Ini Penjelasan Solihin

Lokasi pembangunan smelter berada di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Imam Wahyudi
HANDOVER
Solihin Kalla (kiri) dan Munafri Arifuddin di Halalbihalal Kalla Group, Jumat (22/6/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Konglomerasi asal Makassar, Kalla A Group of Companies tengah membangun smelter atau pabrik pemurnian bijih nikel melalui unit usaha teranyarnya PT Bumi Mineral Sulawesi.

Lokasi pembangunan smelter berada di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

President Director Kalla, Solihin Jusuf Kalla menargetkan, smalter beroperasi pada 2019.

"Proses konstruksi smalter sudah 80 persen," kata Solihin saat media gathering Kalla Group, Makassar, Kamis (8/11/18) malam.

Nantinya produk akhir dari smelter yakni ferronickel dan stainless steel dengan kapasitas 33 ribu ton per tahun atau 2.750 ton per bulan.

“Sumber dari bijih nikel untuk smelter ini berasal dari tambang nikel di Morowali, Sulawesi Tengah,” katanya.

Akan dipasarkan kemana ferronickel dan stainless steel, putra Wakil Presiden Jusuf Kalla itu, belum membahas secara detail.

Yang pasti ada dua negara yang bakal menerimanya, Jepang dan China.

"Marketnya nanti macam-macam, tetapi lebih banyak China dan Jepang. Produk kami akan digunakan untuk bahan baku pembuatan baterai," kata Solihin sapaannya.

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved