5 Pengakuan Nahkoda KM Sinar Bangun, Penyebab Kapal Terbalik hingga Cara Dia Selamatkan Diri
ketika ratusan penumpang masih hilang di Danau Toba, sang nahkoda sekaligus pemilik kapal yakni SS justru selamat.
SS tidak bisa mengendalikan laju kapal hingga akhirnya kapal langsung terbalik.
SS mengaku tidak bisa melakukan apa-apa.
Saat itu, air sudah masuk ke dalam kapal dan ia mencari celah untuk keluar dari pintu kemudi di mana ia sempat terjebak.
Ia lalu memecahkan kaca dan segera berenang keluar.
"Pada saat itu, saya melihat ada kaca, kayak celah di depan. Saya megangnya rupanya kaca. Saya memecahkan kaca ini," lanjut SS.
4. Penumpang mulai panik, terjun ke danau dan sebagian ada di atas kapal
Sesampainya di permukaan air, SS melihat penumpang di atas kapal.
"Sesampainya saya di atas, kapal saya sudah lihat sudah terbalik dan penumpang sudah di atas kapal," kata SS.
Karena banyaknya penumpang berdiri di atas kapal, kapal akhirnya mulai tenggelam.
"Pada saat itu, karena banyaknya penumpang di atas kapal, lama-lama kapalnya makin turun, makin tenggelam," tutupnya.
5. Masing-masing menyelamatkan diri mereka sendiri karena tak ada pelampung
Berdasarkan penuturan SS, pada saat itu semua orang berusaha menyelamatkan diri mereka sendiri.
Namun para penumpang itu terapung-apung karena tak memiliki pelampung.
SS mengaku belum sempat membagikan pelampung.
Padahal di atas KM Sinar Bangun, ada sekitar 80 pelampung dan beberapa pelampung bulat yang tersedia.
"Akhirnya kita mengambil jurus masing-masing kembali, kita menyelamatkan diri. Karena pelampung belum sempat kita bagi. Ada sekitar kurang lebih 80 pelampung di samping pelampung-pelampung bulat," ujar SS.
Simak video wawancara SS berikut ini:
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/nahkoda-km-sinar-bangun_20180625_154002.jpg)