Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

5 Pengakuan Nahkoda KM Sinar Bangun, Penyebab Kapal Terbalik hingga Cara Dia Selamatkan Diri

ketika ratusan penumpang masih hilang di Danau Toba, sang nahkoda sekaligus pemilik kapal yakni SS justru selamat.

Tayang:
Editor: Ilham Arsyam
nahkoda km sinar bangun 

TRIBUN-TIMUR.COM - Tepat seminggu kapal motor Sinar Bangun tenggelam ke dasar Danau Toba.

Hingga kini, Tim Gabungan Basarnas masih terus mencari 184 penumpang yang hilang.

Misteri keberadaan bangkai kapal pun mulai terungkap.

Misteri lain yang mulai terkuak adalah sang nahkoda kapal yakni SS.

Dilansir dari Kompas, ketika ratusan penumpang masih hilang di Danau Toba, sang nahkoda sekaligus pemilik kapal yakni SS justru selamat.

SS ditemukan oleh Polres Samosir dan menjadi satu dari 18 korban selamat.

Nahkoda dan pemilik Sinar Bangun
 
Nahkoda dan pemilik Sinar Bangun

Sempat mengaku trauma usai kejadian tersebut, SS kini akhirnya bersedia angkat bicara.

SS yang kini statusnya telah dinaikkan menjadi tersangka, buka suara dalam wawancara Metro Siang di stasiun televisi swasta Metro TV edisi 24 Juni 2018.

Ia mendeskripsikan kronologi dan detik-detik tenggelamnya kapal sebagai berikut.

1. Berangkat - 16.30 WIB

KM  SInar Bangun
 
KM SInar Bangun

Pada pukul 16.30 WIB, Senin (18/6/2018), KM Sinar Bangun berangkat dari Pelabuhan Simanindo, Pulau Samosir, Danau Toba, Sumatera Utara.

Menurut SS, saat itu ia mengangkut 70 sepeda motor dan mengasumsikan jumlah penumpang mencapai 150 orang.

Sebanyak 7 penumpang berada di dalam ruang kemudi bersama dirinya.

2. Muncul angin kencang, kapal terbalik - 16.50 WIB

Selang 20 menit perjalanan, SS mengaku ada angin kencang yang mendorong kapal ini.

SS tidak bisa mengendalikan laju kapal hingga akhirnya kapal langsung terbalik.

SS mengaku tidak bisa melakukan apa-apa.

Saat itu, air sudah masuk ke dalam kapal dan ia mencari celah untuk keluar dari pintu kemudi di mana ia sempat terjebak.

Ia lalu memecahkan kaca dan segera berenang keluar.

"Pada saat itu, saya melihat ada kaca, kayak celah di depan. Saya megangnya rupanya kaca. Saya memecahkan kaca ini," lanjut SS.

4. Penumpang mulai panik, terjun ke danau dan sebagian ada di atas kapal

Sesampainya di permukaan air, SS melihat penumpang di atas kapal.

"Sesampainya saya di atas, kapal saya sudah lihat sudah terbalik dan penumpang sudah di atas kapal," kata SS.

Karena banyaknya penumpang berdiri di atas kapal, kapal akhirnya mulai tenggelam.

"Pada saat itu, karena banyaknya penumpang di atas kapal, lama-lama kapalnya makin turun, makin tenggelam," tutupnya.

Para penumpang menyelamatkan diri di atas kapal
 
Para penumpang menyelamatkan diri di atas kapal

5. Masing-masing menyelamatkan diri mereka sendiri karena tak ada pelampung

Berdasarkan penuturan SS, pada saat itu semua orang berusaha menyelamatkan diri mereka sendiri.

Namun para penumpang itu terapung-apung karena tak memiliki pelampung.

SS mengaku belum sempat membagikan pelampung.

Padahal di atas KM Sinar Bangun, ada sekitar 80 pelampung dan beberapa pelampung bulat yang tersedia.

"Akhirnya kita mengambil jurus masing-masing kembali, kita menyelamatkan diri. Karena pelampung belum sempat kita bagi. Ada sekitar kurang lebih 80 pelampung di samping pelampung-pelampung bulat," ujar SS.

Simak video wawancara SS berikut ini:

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved