Bercanda Soal Bom Saat Hendak Naik Pesawat, 2 Anggota DPRD Ini Kena Batunya
Awalnya, mereka akan ke Jakarta dengan menumpang pesawat Garuda GA 265 yang berangkat pada Rabu sore ke Jakarta.
TRIBUN-TIMUR.COM - Dua anggota DPRD Banyuwangi yakni Basuki Rachmad dari Fraksi Hanura dan Nauval Badri dari Fraksi Gerindra bercanda soal bom, Rabu (23/5/2018).
Awalnya, mereka akan ke Jakarta dengan menumpang pesawat Garuda GA 265 yang berangkat pada Rabu sore ke Jakarta.
Saat masuk ruang pemeriksaan, Basuki secara spontan mengatakan bahwa salah satu tas milik rekannya yang satu pesawat dengannya saat itu sedang diperiksa oleh petugas berisi bom.
Baca: Syok! Pria Dalam Foto Tersebut Pengacara Top Indonesia, Kini Dikelilingi Wanita Cantik, Siapa Dia?
Baca: HORE! Siap-siap Cek Rekening, THR PNS 2018 Segera Cair. Ada yang Dapat Sampai Ratusan Juta!
"Petugas pemeriksa sempat bertanya sampai tiga kali dan saudara Basuki tetap mengatakan isinya adalah bom," ungkap Kapolsek Rogojampi Kompol Suhariono saat dihubungi, Rabu.
Setelah berkoordinasi dengan petugas keamanan maskapai Garuda, Basuki diminta tetap berada di ruang tunggu namun ternyata Basuki tetap masuk ke dalam pesawat.
Baca: Asli Bandel, 11 Aturan Kerajaan Dilanggar Putri Diana, Pantas Kematiannya Heboh. Menantu Ikut?
Baca: REFLEKSI RAMADAN (7): Ketika Ceramah Tarawih Anregurutta Belum Bisa Diunduh dari Internet
"Saat itu, petugas keamanan meminta saudara Basuki untuk turun dan ternyata rekannya sesama anggota dewan yaitu saudara Nauval Badri yang satu pesawat dengannya juga mengatakan jika di dalam tasnya ada bom," ungkapnya.
Selanjutnya, pesawat Garuda yang akan berangkat oleh petugas Avsec dinyatakan tidak clear dan kedua penumpang tersebut diminta turun dari pesawat kemudian dibawa ke Polres Banyuwangi untuk diperiksa.
Baca: Film Senior Vs Junior, Cara FTI UMI Perbaiki Citra Mahasiswa Makassar di Mata Masyarakat Indonesia
Baca: Ini Isi Surat Sakti KPU RI yang Buat Komisioner KPU Makassar Lolos dari Jeratan Hukum
Nauval, anggota DPRD lainnya, saat keluar dari bandara sempat mengatakan bahwa dia sempat ditanya oleh petugas apakah dia membawa bahan peledak.
"Saat ditanya wajar kan saya bilang kalau korek bahan peledak. Minyak wangi juga bahan peledak. Wajar kan itu," katanya.
Baca: VIDEO: Dinas Ketahanan Pangan Barru Siapkan Beras Murah
Baca: CELAKA! Disebut Lecehkan Nama Manokwari, Lucinta Luna Alami Hal Mengerikan Ini
Atas aksinya, kedua anggota DPRD diamankan oleh petugas Bandara Banyuwangi.
Anton Marthalius, Executive General Manager Bandara Banyuwangi, membenarkan kejadian tersebut,
Namun, kata dia, penerbangan Garuda dari Bandara Banyuwangi menuju Jakarta tidak terganggu.
Baca: Siapa Jenderal Bintang 2 Itu yang Tiba-tiba Berangkatkan 22 Marbut ke Tanah Suci?
Baca: Simpatisan FAS-AS Gelar Aksi Damai di Kantor KPUD Parepare, Tuntutannya?
"Pesawat Garuda GA 265 rute Banyuwangi Jakarta tetap berangkat. Terkait kejadian tersebut ini sudah diatur dalam UU No 1 tahun 2009 tentang Penerbangan pasal 437.
Terkait bercanda atau tidak sudah kami serahkan kasus tersebut kepada yang berwenang yaitu pihak kepolisian untuk diperiksa," tuturnya.
UU Penerbangan telah mengatur sanksi bagi pemberian informasi palsu.
Baca: Bawaslu Sulsel Mulai Periksa Tiga Komisioner Panwas Makassar
Baca: Melly Goeslaw: Bohong Pernikahan Hancur karena Orang Ketiga, Tapi karena Hilangnya Cinta
Dalam pasal 437 ayat (1) disebutkan : "Setiap orang menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 344 huruf e dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/anggota-dprd-banyuwangi_20180524_054423.jpg)