Pria Berkuda ini Tahanan dan Berikut Daftar Kejahatannya, tapi Coba Lihat Merek Pakaian-Mobilnya
Dg Kama, sapaan akrab pria kelahiran Jeneponto ini, mengenakan topi dan pakaian serba putih.
Penulis: Hasan Basri | Editor: Edi Sumardi
- 5 Maret 2009, polisi nyatakan Kama Cappi masuk daftar pencarian orang dalam kasus penghasutan di depan publik sebagaimana dilaprkan politisi Partai Demokrat.
Namun, dia ikut aksi pemberantasan korupsi BLBI dan Bank Century,
- 13 April 2009 , bersama 30-an pemuda, Kama Cappi, berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan meminta oknum politisi Partai Golkar, Anton Obey diperiksa dikasus pengadaan dan tender alat kesehatan,
- 16 April 2009, pimpin 70-an pemuda dan mahasiswa dari Germak untuk berunjuk rasa di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Selatan.
Protes tender kertas UN pada Dinas Pendikan Sulawesi Selatan yang sarat korupsi ini berujung bentrok, empat mahasiswa terluka,
- 24 April 2009, tunggangi kuda hitam, Kama Cappi pimpin demo di di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Selatan desak usut kasus korupsi di Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan dan copot Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Andi Patabai Pabokori.
"Bantuka juga Bos Gubernur, jangan mau dibantu terus," kata dia.
- 3 Maret 2010, pimpin aksi kasus Bank Cantury Rp 6,7 triliun di flyover dan Universitas Bosowa.
Kama Cappi bawa babi putih bergambar Budiono.
"Saya ini Sekretaris BEM Kampus. Aparat tak boleh masuk kampus," kata Kama Cappi, lalu keluarkan badik dan ancam personel Densus 88 Polda Sulawesi Selatan, Aipda Sutriman.
“Petugas itu dimaki-maki,” kata Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Adang Rochjana.
Kama Cappi kemudian dikuntit polisi hingga ke sekretariat HMI Cabang Makassar, Jl Botolempangan.
Rusuh.
Kaca sekretariat HMI pecah.
Kama Cappi cs tutup Jl Botolempangan setelah rusuh di Mapolrestabes Makassar,
- 12 Maret 2010, Wakapolrertabes Makassar AKBP, Andi Patawari, dalam jumpa pers, sebut Kama Cappi sudah delapan kali terjerat kasus hukum.
Curanmor dan penganiayaan.
“Makanya banyak bekas tembakannya,” kata Patawari.
- 21 September 2011, sekitar 70-an aktivis dipimpin Ketua Lembaga Pemantau Pembangunan Sulawesi Selatan (LPPSS) Rifadhil Sungkar yang juga Wakil Ketua Germak menjemput Kama Cappi dengan menggunakan pakaian adat lengkap di Lapas Gunungsari.
Kama Cappi ditahan kasus pemukulan oknum jaksa saat unjuk rasa di kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.
Dari Lapas, Ketua Germak ini tunggangi kuda menuju flyover dan pimpin aksi demo kabinet SBY.
Foto Muhaimin Iskandar dan Andi Alifian Malarangeng ditempel pada tikus putih,
- 28 Oktober 2013, pimpin sekitar 300-an pemuda dan mahasiswa demo kantor KPK di Jakarta.
Kama Cappi minta KPK usut kasus dugaan korupsi di PDAM Makassar yang diduga rugikan negara Rp 38 miliar.
"Saya tak dibayar siapapun datang demo di Jakarta. Ini pakai uang pribadi saya," kata dia.
- 3 Juli 2016, Kama Cappi undang Wali Kota Makassar, Danny Pomanto letakkan batu pertama pembangunan Masjid Al Ashari bin Nur, di Jl Moha Lasuloro, Antang, Kecamatan Manggala, Makassar.
Hadir Camat Manggala Anshar Usman, dua legislator Makassar Rahman Pina dan Supratman,
- 22 September 2016, aksi massa rusak Kantor Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sulawesi Selatan di Jl Veteran Selatan dan properti publik di Jl Metro Tanjung Bunga, Makasssar,
23 September 2016 - Kama Cappi dan 4 pria; AM, G alias DS, JS, AB dam MA ditetapkan tersangka dan jadi buron polisi berdasarkan laporan polisi bernomor LP/2308/IX/2016 dan LP/2310/IX/3016,
29 September 2016, buron selama hari, Kama Cappi ditangkap Tim Jatanras Polrestabes Makassar di perumahan BTN Aura, Taeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Dia ditangkap di rumah istri ketiganya saat hendak manjat plafon.
"Saya ditangkap bukan pencuri, tapi demo korupsi," kata Kama Cappi saat digelandang polisi, tanpa baju,
- 30 September 2016, diperiksa di Mapolsek Rappocini, tegaskan akan terus lawan kepala dinas yang korupsi.
"Catat! Kalau ada korupsi saya akan terus demo, apalagi kalau gantikan pejabat. Saya ini punya backing kuat," kata Kama Cappi.
- 28 November 2016, saat suami ditahan di Mapolrestabes Makassar, Berlian (36), istri kedua Kama Cappi, didampingi penasihat hukumnya, Ardillah Dinasti, laporkan istri ketiga Kama Cappi, Nurjannah alias Lisa (31 tahun) kepada Polda Sulawesi Selatan,
15 Desember 2016, polisi jemput Lisa (31) dan Udin, istri siri Kama Cappi, di Bili Bili, Gowa.
Lisa ditangkap atas kasus dugaan pencurian barang (BPKP mobil, sertipikat tanah, dan dokumen lain) milik Berlian (37), istri sah Kama Cappi, di rumahnya, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar,
- 16 Januari 2017, sidang mulai bergulir. Kama Cappi dipindahkan ke Lapas Gunungsari. Kama ajukan permohonan tahanan kota,
- 4 Februari 2017, Majelis Hakim PN Makassar, Cening Budiana kabulkan permohonan pengalihan tahanan dari sel ke tahanan kota.
“Terdakwa sudah damai dengan pelapor, jadi kita bebaskan,” kata Ibrahim Palino, Humas PN Makassar.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kama-cappi-menunggangi-kuda_20170516_002504.jpg)