Jusuf Kalla 'Semprot' Danny di Hadapan Pedagang Pasar Sentral
JK geram dengan pemerintah Kota Makassar yang tak mampu menyelesaikan polemik pasar sentral.
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Anita Kusuma Wardana
Musabahnya, rencana pemindahan ke lods baru ditanggapi berbeda oleh sejumlah pedagang.
Sebagian pedagang menginginkan agar direlokasi paling lambat sebelum puasa Ramadan 2017 tahun ini, namun ada juga pedagang yang menolak dan agar relokasi itu ditunda sementara.
Baca: Dinas Tata Ruang Minta MTIR Lengkapi Dokumen Makassar Mal
Baca: MTIR: Baru Damkar yang Datang Uji Kelayakan Bangunan Makassar Mal
Salah satunya adalah pedagang basah Pasar Sentral Makassar.
Mereka meminta agar rencana Pemerintah Kota merelokasi ditunda hingga lebaran.
Hal itu disampaikan koordinator pedagang basah Pasar Sentral Makassar, Zainunddin kepada Tribun, Rabu (26/04/2017) siang.
"Kami memohon dan meminta dengan hormat Pak Wali menunda relokasi ini dulu. Kalau bisa nanti setelah lebaran," kata Zainuddin kepada Tribun.
Permohonan penundaan itu, lantaran ratusan pedagang menilai bangunan Mal Makassar belum sepenuhnya layak ditempati pedagang berjualan.
Salah satunya adalah ketersediaaan fasilitas alat penghisap udara (blower) yang berfungsi sebagai alat sirkulasi udara.
"Kami khawatir jangan sampai sudah masuk, tapi fasilitas alat penghisap udara dan air belum berfungsi. Apalagi mereka ditempatkan di lantai Basement," kata Zainuddin.
Selain itu, mereka juga mengeluhkan soal akses masuk khusus para pedagang basah. "Kalaua memang semuanya sudah fasilitas sudah siap, kami tidak jadi masalah dan bersiap dipindahkan, tapi apakah semua itu sudah berfungsi. Termasuk juga masalah penerangan lampu di gedung itu," tegasnya.
Disisi lain juga kata Zainuddin, apabilah pedagang direlokasi dalam waktu dekat ini akan berdampak pada mata pencaharian pedagang khususnya di bulan Puasa ini.
"Langganan para pedagang pasti akan kewalahan mencari . Jadi harapan saya kalau bisa habis lebaran lah baru dipindahkan," paparnya. (*)