MTIR: Baru Damkar yang Datang Uji Kelayakan Bangunan Makassar Mal
Imran berharap uji kelayakan bangunan Mal segera selesai sehingga pihaknya segera memindahkan atau memasukkan pedangang
Penulis: Hasan Basri | Editor: Suryana Anas
Laporan wartawan Tribun Timur Hasan Basri
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-- Relokasi ribuan pedagang Pasar Sentral ke gedung Mal Makassar masih terkendala. Pemerintah Kota Makassar sampai saat ini belum mengeluarkan uji kelayakan bangunan.
"Tadi baru Dinas Pemadam Kebakaran yang turun mengecek untuk memeriksa sistem pemadam kebakaran, " kata juru bicara Humas PT Melati Tunggal Inti Raya (MTIR) Imran Bachtiar kepada Tribun.
Imran berharap uji kelayakan bangunan Mal segera selesai sehingga pihaknya segera memindahkan atau memasukkan pedangan ke dalam lods baru.
"Sebenarnya dari segi kesiapan, sudah 100 persen selesai, tinggal menunggu izin kelayakan bangunan yang dikeluarkan Pemkot Makassar," kata Imran.
Baca: Damkar Uji Kelayakan Bangunan Mal Makassar
Baca: Polemik Makassar Mall, JK: Pemerintah Mesti Bela Masyarakat Kecil
Bachtiar menjelaskan lods Pasar Sentral sudah siap ditempati bulan April mendatang. MTIR meminta kepada pedagang segera membenahi kiosnya dalam bentuk dekorasi, menyelesaikan pembayaran.
Selain menyediakan Kios untuk pedagang lama, MTIR juga menyediakan 800 kios bagi pedagang ekonomi lemah atau kurang mampu dengan fasilitas Masjid, pusat perbelanjaan makanan yang murah.
Adapun harga lods yang ditawarkan MTIR terendah antara Rp 160 juta/lods untuk ukuran terkecil yakni 1 x 1,5 cm selama masa kontrak 25 tahun. Sementara harga tertinggi bisa mencapai 1 miliar.
Imran mengaku Mal Makassar merupakan yang pertama di kawasan Indonesia Timur. Luas lahan mencapai 24.820 m2 dengan kapasitas 3000 kios.
Mal dibangun dengan sembilan lantai yang menampung 1.800 pedagang lama, mengakomodir Pkl yang berjualan disekitar Mal masuk ke dalam gedung.
Fasilitas yang disediakan berupa sistim parkir Slip level sehingga pengunjung dengan mudah memarkir kendaraanya. Memiliki eskaltor sebanyak 26 unik dan Lift enam unit.
Adapun bangunanya menggunakan bahan kualitas mewah, lantai menggunakan marmer. (*)