Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Apa Betul Tidak Wajib Tepat Menghadap ke Arah Ka'bah?

Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke dalam Kabah, beliau berdoa di sudut-sudut Kabah

Editor: Ilham Mangenre
net
Ilustrasi 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM-Pekan lalu ramai dibahas soal verifikasi arah kiblat dari masjid menyusul Matahari melintas persis di atas Kabah Kamis (28/5/2015). Pertanyaannya, apakah wajib menghadap persis ke arah Ka'bah?

Seperti dilansir muslimahcorner.com, Minggu (31/5/2015) dari konsultasisyariah.com, berikut penjelasan konsultan syariah:

"Menghadap kiblat termasuk salah satu syarat sah shalat. Kecuali ketika shalat khouf (shalat ketika perang), mereka yang tidak mampu menghadap kiblat karena udzur, atau ketika shalat di atas kendaraan.

Allah berfirman,

قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan menghadapkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Hadapkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram… (QS. al-Baqarah: 144).

Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajari cara shalat yang benar, beliau mengatakan,

إِذا قمتَ إِلى الصلاة فأسبغ الوضوء، ثمَّ استقبِل القبلة فكبِّر

Jika kamu hendak melakukan shalat, sempurnakanlah wudhu, kemudian menghadaplah ke arah kiblat dan lakukan takbiratul ihram. (HR. Bukhari 6667 & Muslim 912).

Kemudian, ulama sepakat bahwa orang yang bisa melihat Kabah atau melihat masjidil haram, dia harus menghadap persis ke arah kabah.

Ibnu Abbas menceritakan,

Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke dalam Kabah, beliau berdoa di sudut-sudut Kabah. Beliau tidak shalat, hingga keluar dari Kabah. Setelah beliau keluar, beliau shalat 2 rakaat. Lalu bersabda,

هَذِهِ الْقِبْلَةُ

Inilah kiblat. (HR. Bukhari 398 & Muslim 3301)

Dalam al-Hawi fi Tafsir al-Quran dinyatakan,

أمّا إذا كان مشاهدًا لها فقد أجمعوا أنه لا يجزيه إلا إصابة عين الكعبة

Jika orang itu bisa melihat Kabah, mereka sepakat bahwa shalatnya tidak sah kecuali dengan menghadap persis ke arah Kabah.

Jauh dari Kabah, Haruskah Menghadap Tepat ke Arah Kabah?

Polemik kiblat mulai diangkat, sejalan dengan proyek kementrian agama dalam meluruskan arah kiblat di berbagai masjid. Berbondong-bondong beberapa masjid di sekitar kita, melakukan kallibrasi arah kiblat. Dan rata-rata, arah bangunan tidak searah dengan kiblat pasca-kalibrasi.

Akibatnya, pola shaf masjid menjadi korbannya. Semua serba dimiringkan, yang sedikit mengganggu pemandangan dalam masjid.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved