Waspada Bahaya Glaukoma, Penyebab Kebutaan Permanen yang Sering Tak Disadari
Selain seminar edukasi mengenai bahaya glaukoma, panitia juga menyediakan pemeriksaan mata gratis bagi seluruh peserta.
Penulis: Renaldi Cahyadi | Editor: Sudirman
Ringkasan Berita:
- Masyarakat diimbau lebih waspada terhadap penyakit Glaucoma yang menjadi salah satu penyebab kebutaan permanen.
- Penyakit ini sering tidak disadari karena pada tahap awal umumnya tidak menimbulkan gejala yang jelas, sehingga pemeriksaan mata sejak dini sangat penting untuk mencegah kerusakan penglihatan yang lebih parah.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Masyarakat harus lebih waspada terhadap penyakit glaukoma.
Penyakit glaukoma menjadi salah satu penyebab kebutaan permanen.
Penyakit ini kerap tidak disadari karena tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.
Glaukoma dikupas pada seminar kesehatan degan tema 'Save Your Vision: Waspada Glaukoma Sebelum Terlambat'.
Seminar diadakan Rumah (RS) Sakit Mata JEC Orbita Makassar di Auditorium Afifudin, RS JEC Orbita, Jl Masjid Raya, Sabtu (14/3/2026).
dr Ririn Nislawati dan dr Hanna Aulia Namirah hadir sebagai narasumber.
Selain seminar edukasi mengenai bahaya glaukoma, panitia juga menyediakan pemeriksaan mata gratis bagi seluruh peserta.
dr Ririn mengatakan, glaukoma merupakan penyakit yang menyebabkan kerusakan saraf mata sehingga penglihatan tidak dapat kembali normal meskipun telah menjalani terapi.
Pengetahuan masyarakat mengenai penyakit mata masih sangat terbatas.
Kebanyakan orang hanya mengenal katarak atau gangguan penglihatan seperti minus dan plus.
"Padahal sebenarnya glaukoma ini masalahnya adalah masalah yang irreversible,” katanya.
Glaukoma terjadi akibat kerusakan pada saraf yang menghubungkan mata dengan otak.
Ketika saraf rusak, gambar yang ditangkap oleh mata tidak dapat diteruskan ke otak sehingga tidak dapat diproses menjadi penglihatan.
"Walaupun matanya bagus, kalau sarafnya, kabelnya yang menghubungkan ke otak itu bermasalah, menipis, hilang, habis, maka gambarnya cuma ada di mata saja, tidak nyambung ke otak dan tidak akan menjadi gambar yang kita lihat,” ujarnya.
Salah satu faktor risiko utama glaukoma adalah tingginya tekanan bola mata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-03-14-Suasana-seminar-JEC-Orbita-di-Auditorium-Afifudin.jpg)