Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Legislator Golkar Bulukumba Tiba-tiba Tanyakan Kondom ke DP2KB, Ada Apa ?

Hal tersebut disampaikan pada saat Rapat Badan Anggaran (Banggar) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bulukumba, di Jl Sulthan Hasanuddin.

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Sudirman
Firki/Tibun Timur
Suasana Rapat Banggar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Bulukumba, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Legislator Golkar Bulukumba Jalaluddin Halim, meminta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Bulukumba, untuk menjelaskan keberadaan kondom bantuan pemerintah.

Hal tersebut disampaikan pada saat Rapat Badan Anggaran (Banggar) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bulukumba, di Jl Sulthan Hasanuddin, Kelurahan Bintarore, beberapa waktu lalu.

Baca: Wagub Sudirman Jadi Rebutan Selfie di MRSF Pantai Losari

Baca: Kejari Parepare Didesak Tuntaskan Kasus Tunggakan Obat RSUD Andi Makkasau

Jalaluddin mengaku, pertanyaannya tersebut mewakili masyarakat. Pasalnya, alat kontrasepsi tersebut jarang terdengar.

Ia takutkan, kondom tersebut malah disalahgunakan, dalam hal ini diperjual belikan kepada masyarakat.

"Ini kan gratis ya. Dimana saja alat kontrasepsi (kondom) ini dibagikan? Kita perlu tahu ini," tanya Jalaluddin.

Sebagai bukti, Jalaluddin meminta dinas terkait untuk memberikan data, berapa jumlah yang tersisa dan berapa yang telah tersalur ke masyarakat.

Kepala DP2KB Bulukumba, Khalik, mengatakan, pendistribusian alat kontrasepsi sangat jelas Standar Operasional Prosedurnya (SOP-nya).

"Jelas SOP-nya. Untuk kondom ini, itu disalurkan ke 21 fasilitas kesehatan (Faskes) di Bulukumba, termasuk rumah sakit," jelas Khalik.

Pihak dinas atau pemerintah daerah, tidak memiliki kewenangan untuk mengatur untuk pengadaan.

"Tidak ada nomenklatur untuk kita. Karena ini dari pusat ke BKKBN provinsi, provinsi ke daerah, daerah ke faskes, lalu ke pustu," tambah Khalik.

Ia juga menjamin bahwa kondom tersebut tak diperjualbelikan, dan jika pasangan suami istri ingin menggunakan, bisa datang ke faskes terdekat.

Khalik juga membeberkan, pihaknya berhasil melakukan pengendalian penduduk.

Jika sebelumnya angka kelahiran berada di angka 8000-9000 pertahun, sekarang hanya tersisa 4000.

"Artinya, kini terjadi pengendalian penduduk," tambahnya.

Mendengar statement Khalik, Anggota Banggar Rudy Wahyudi, meminta pihak DP2KB, untuk menunjukkan statistik pengendalian penduduk tersebut, pada pertemuan selanjutnya. (TribunBulukumba.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi, IG: @arisandifirki

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Subscribe YouTube Tribun Timur

Juga Follow IG resmi Tribun Timur

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved