Mata Najwa
Mata Najwa Tadi Malam, Erwin Aksa Blak-blakan Ungkap Kekurangan Pemerintahan Jokowi & Jusuf Kalla
Mata Najwa Trans 7 tadi malam, Jokowi vs Prabowo, Bahlil Lahadalia vs Erwin Aksa 'Ternyata Ada Intervensi Harga Semen'
TRIBUN-TIMUR.COM - Pilpres 2019 cuma diikuti dua kontestan.
No Urut 01 Jokowi - KH Maruf Amin.
No Urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.
Pemilih terpolarisasi ke dua kubu ini. Pengusaha juga ikut polarisasi ini.
Ada merapat ke Jokowi. Ada ke Prabowo.
Baca: TERBARU, Terungkap Alasan Awal Mula Pelaku Keroyok Audrey, Bukan Soal Asmara, Ini Video Pengakuannya
Baca: Bandingkan Pengakuan Pelaku Penganiayaan Audrey dengan Hasil Visum, Kejadian Tidak Seperti Itu
Baca: Lowongan Kerja BUMN PT Pegadaian Butuh Karyawan, Dicari Lulusan S1 Semua Jurusan, Terakhir 20 April
Selain barisan politisi, pengusaha juga banyak yang mendeklarasikan diri untuk mendukung pasangan capres.
Di antaranya Bahlil Lahadalia, Ketum HIPMI yang mendukung Jokowi-Ma’ruf.
Sedangkan mantan Ketum HIPMI, Erwin Aksa yang mendukung pasangan Prabowo-Sandiaga.
Bagaimana pandangan keduanya soal kondisi ekonomi tanah air?
Bagi Bahlil Lahadalia, sebagai pengusaha hal yang penting dalam dunia usaha adalah soal kesinambungan.
“Jadi wajar kalau saya ingin Jokowi satu periode lagi. Jelas ada alasan rasional, seperti pertumbuhan ekonomi kita 5 persen lebih ini bukan angka bagus, tapi juga tidak jelek. Angka ini sudah baik. Lalu Jokowi bisa menciptakan pengusaha baru, dari 2014 itu di angka 1,6 persen jadi 3,6 persen sekarang,” ujarnya.
Bahlil mengungkap Jokowi adalah Presiden yang spesiali menciptakan usaha baru. "Jadi butuh kesinambunangan," kata Ketum Hipmi ini.
Namun sebelum Bahlil melanjutkan keberhasilan-keberhasilan ekonomi Jokowi-JK, Najwa Shihab memotong pembicaraan Bahlil dan mempersilakan Erwin Aksa.
Erwin Aksa adalah mantan Ketua Umu Hipmi.
Baca: Erwin Aksa: Kita Sudah Dukung Pak JK 3 Pilpres, Kini Giliran Daeng Sandiaga
Baca: Baru Kali Ini, Alasan Erwin Aksa Pilih Berlawanan dengan Jusuf Kalla Pamannya di Pilpres 2019
Sementara menurut Erwin Aksa, di awal tahun 2014 ia bersama pengusaha berharap besar akan kepemimpinan Jokowi-JK yang bisa mengangkat kondisi ekonomi.