Mata Najwa
Mata Najwa Tadi Malam, Erwin Aksa Blak-blakan Ungkap Kekurangan Pemerintahan Jokowi & Jusuf Kalla
Mata Najwa Trans 7 tadi malam, Jokowi vs Prabowo, Bahlil Lahadalia vs Erwin Aksa 'Ternyata Ada Intervensi Harga Semen'
Kemudian ia kembali menyinggung masalah kurangnya literasi yang dibaca sehingga Jokowi bergantung pada sekelilingnya.
"Nah beliau, mohon maaf, artikulasi karena tidak banyak baca pengetahuannya sangat terbatas, tergantung siapa yang di sekelilingnya. Kalau di sekelilingnya baik-baik ya baik, kalo endak masalah," jelannya.
Moeldoko pun menanggapi dan menyatakan jika memimpin sebuah negara perlu lebih banyak aksi dan kerja.
"Abang saya bilang tegas, ya tegas, berikutnya banyak membaca. Mengurus negara banyak membaca, tidak selesai-selesai urusannya. Mengurus negara adalah learning by doing, learning by working, karena permasalahan tidak semudah yang terpapar di buku," jelas Moeldoko.
Ia menjelaskan bahwa proses dalam mengambil sebuah kebijakan itu tidak semudah itu dan butuh pengalaman.
Menurut Moeldoko pengalaman mengelola negara berbeda dengan mengelola tentara.
Mengelola tentara baginya mudah berbeda dengan mengelola orang sipil.
"Saya selaku panglima TNi ya gampang, saya bilang 'no way, selesai, selesai, kanan, kanan'. Sipil kiri, kanan beloknya, way enggak gampang," ujar Moeldoko.
Sedangkan Rizal Ramli menjabarkan pengalaman Prabowo yang paling utama adalah pencalonan Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama (BTP/Ahok) saat mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Pilpres 2019 tinggal beberapa hari lagi.
Di menit-menit terakhir masa kampanye terbuka, beragam jurus kampanye dilakukan, mulai dengan mengeluarkan janji-janji politik, adu retorika hingga mengeluarkan kata-kata yang kontroversial.
Bagaimana karakter kepemimpinan menurut kedua orang yang berada di masing-masing kubu capres?
Menurut mantan Menko Maritim, Rizal Ramli, Jokowi adalah sosok yang mempunyai banyak niat baik.
Tapi bagi Rizal, niat baik saja tidak cukup.
“Sementara Prabowo, lebih tegas, banyak baca dibandingkan Jokowi. Saya memilih Prabowo bukan karena urusan pribadi. Saya ingin Indonesia berubah lebih baik. Jokowi karena tidak banyak baca, pengetahuan jadi terbatas. Dia tergantung orang di sekelilingnya,” kata Rizal.