Mata Najwa
Mata Najwa Tadi Malam, Erwin Aksa Blak-blakan Ungkap Kekurangan Pemerintahan Jokowi & Jusuf Kalla
Mata Najwa Trans 7 tadi malam, Jokowi vs Prabowo, Bahlil Lahadalia vs Erwin Aksa 'Ternyata Ada Intervensi Harga Semen'
“Tapi kebijakan yang dikeluarkan justru membuat pengusaha justru tidak semangat, tidak percaya. Contohnya, beliau ingin membangun infrastruktur. Bahan baku semen, tapi diintervensi harganya untuk turun. Akhirnya industri ini sekarang tidak menguntungkan,” kata Erwin.
Erwin Aksa bahkan menyebut industri semen di Negeri ini memasuki masa sunset. "Harga semen diintervensi hingga turun 3000 perak. Industri semen di Negeri ini memasuki sunset, bukan lagi industri yang prospektif," kata Irwan.
Simak video lengkapnya:
Moeldoko dan Rizal Ramli Saling Adu Argumen
Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dan Rizal Ramli saling adu argumen.
Moeldoko di kubu Jokowi, Rizal Ramli di Prabowo Subianto.
Baca: BLACKPINK, Boyband K-Pop, hingga Dilan Jadi Soal Ujian USBN, Kok Bisa?
Baca: Hasil Liga Champions & Video Gol Manchester United Keok dari Barcelona Karena Gol Bunuh Diri
Baca: Betulkah Pengeroyok Audrey Rusak Keperawanan Korban? Lihat, Hasil Visum Membuktikannya
Mantan Menko Kemaritimana Rizal Ramli menilai capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) kurang membaca buku, sehingga tergantung pada sekelilingnya.
Sedangkan Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Moeldoko menganggap masalah dalam mengurus negara harus diurus dengan tindakan.
Hal tesebut disampaikan pada acara Mata Najwa yang ditayangkan di TRANS7 pada Rabu (10/4/2019).
Rizal Ramli menyampaikan pendapatnya mengenai alasannya 'loncat' atau keberpihakannya yang berubah.
Sebagai mantan menteri di bawah Jokowi, Rizal Ramli lebih condong memilih berada di kubu Prabowo Subianto.
Ia menilai Jokowi memang memiliki niat baik namun itu saja belum cukup.
"Tapi Najwa tentu paham niat baik saja enggak cukup. Niatnya sih baik sekali dan model kepemimpinannya itu hand on, pengen tahu semua, pengen ngikutin semua. Kalau Prabowo orangnya lebih tegas, banyak baca dibandingin dengan Pak Jokowi," jelas Rizal Ramli.
Ia menyebut Jokowi kurang membaca sedangkan negara yang luas ini butuh pemimpin yang serba tahu.
"Dan membaca itu penting karena negara ini terlalu luas dan kompleks. Sama Prabowo you get what you see. Apa yang kamu lihat, apa yang omongin ya itu lah dia. Dia enggak coba moles supaya terlalu halus, atau apa that's him," jelas Rizal Ramli.