Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Aspirasi Masyarakat Tak Terealisasi, Legislator PKB Bulukumba: Jangan Hanya Salahkan DPRD

Anggota DPRD bulukumba, Fahidin HDK, menyebut realisasi pembangunan bergantung pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Penulis: Firki Arisandi | Editor: Suryana Anas
Humas DPRD Bulukumba
Legislator PKB Bulukumba, Fahidin HDK, dalam sidang paripurna DPRD Bulukumba. 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Anggota DPRD bulukumba, Fahidin HDK, menyebut realisasi pembangunan bergantung pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

Hal itu dikemukakan oleh Fahidin, didepan peserta Talkshow Menjemput Aspirasi, yang dilaksanakan di halaman parkir pimpinan DPRD bulukumba, belum lama ini.

"Salah jika DPRD selalu disalahkan jika suatu program dan aspirasi masyarakat tidak bisa direalisasikan, karena legislatif hanya sebatas menyerap dan mengawasi. Jadi, jangan hanya salahkan DPRD," katanya.

Baca: Akhir Maret, BRT Mamminasata Layani Rute Bulukumba-Makassar-Pasangkayu PP

Baca: Pangdam Batalkan Kunjungan ke Enrekang

Baca: Polres Selayar Siap Laksanakan Millennial Road Safety Festival

Baca: Delapan Sirine Peringatan Tsunami Diusulkan Dipasang di Pesisir Pantai Palu

Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Bulukumba ini menjelaskan, masa Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa kadang tidak diikuti oleh pihak dari Bappeda.

Sehingga pada saat pembahasan, program yang diusulkan terkadang tidak sinkron dengan pihak DPRD yang hadir langsung menyerap aspirasi.

"Kadang kita harus berdebat dengan Bappeda karena usulan di tingkat desa terkadang hilang saat masuk ditahap pembahasan. Padahal kita sudah mengawal itu dari awal, jadi aspirasi itu bergantung pada Bappeda," jelasnya.

Fahidin juga menyebut, jika tak terealisasinya aspirasi juga biasa diakibatkan karena anggaran yang tidak mencukupi.

Sehingga, lanjut dia, terkadang konsep prioritas dan skala prioritas menjadi hambatan DPRD melakukan pengawalan hingga tuntas, karena diperhadapkan dengan kondisi anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat.

"Kita kerap bedebat dengan pihak Bappeda soal prioritas dan skala prioritas ini. Karena pendefenisian ini tidak berbanding lurus dengan fakta yang disepakati. Kalau program diloloskan, kadang terbentur anggaran yang memang kita akui sangat minim," ujarnya.

‎Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bappeda Bulukumba, Muh Ali Saleng yang dikonfirmasi, mengaku jika hilangnya suatu program yang diusulkan di Musrembang tingkat desa dan kecamatan itu tidak lepas dari kesepakatan dan keputusan delegasi masing-masing desa dan kecamatan.

"Itu betul, karena kadang saat dibahas ditingkat kabupaten. Perwakilan delegasi yang menentukan hal itu, jadi disepakati oleh mereka untuk melihat yang mana betul-betul prioritas sesuai penilaian para delegasi," katanya.

‎Selain itu, Ali Saleng juga mengakui, keterbatasan anggaran juga menjadi penyebab hilangnya suatu usulan program.

"Kadang juga memang keterbatasan anggaran menjadi penyebab suatu program usulan hilang. Atau kadang kita lakukan rumusan lain agar pembagian pembangunan itu bisa merata," jelas Kadis Pariwisata Bulukumba itu. (TribunBulukumba.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, @arisandifirki

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :

Jangan Lupa Follow akun Instagram Tribun Timur:

Ar

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved