OPINI

OPINI: Keterwakilan Perempuan Adalah Upaya Memerempuankan Perempuan

Penulis adalah Pengurus Majelis Sinergi Kalam Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (Masika ICMI) Sulawesi Selatan

OPINI: Keterwakilan Perempuan Adalah Upaya Memerempuankan Perempuan
HANDOVER
A Tenri Pada 

Oleh: A Tenri Pada
Pengurus Masika ICMI Sulsel

Refleksi Dalam Rangka Hari Perempuan Internasional di Tahun Politik

KETERWAKILAN perempuan di panggung politik masih belum maksimal dan masih menyisakan persolan yang serius.

Data Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat jumlah caleg perempuan untuk tahun 2018 sebanyak 3.330 orang dari 8775 caleg.

Pada Pemilu 2014 lalu, dari total 560 kursi DPR, hanya menghasilkan 97 anggota DPR perempuan.

Pemilu 2009, perempuan di parlemen hanya mencapai 103 orang.

Perempuan yang tampil di panggung politik dihadapkan pada persoalan masih mengakarnya budaya patriarki di sebagian besar masyarakat Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan.

Budaya patriarki cenderung menempatkan perempuan di bawah kekuasaan laki-laki.

Perempuan dicitrakan sekaligus diposisikan sebagai pihak yang tidak memiliki otonomi dan kemandirian di semua bidang, termasuk politik.

Keterwakilan perempuan di parlemen menjadi sangat penting karena dalam proses pengambilan keputusan di legislatif mencakup semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baca: Guru SMP di Wajo Diduga Lakukan Pelecehan Seksual ke Siswanya

Baca: TRIBUNWIKI: Dinobatkan Wanita Muda Terkaya Versi Forbes, Berikut Perjalanan Karier Kylie Jenner

Halaman
123
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved