OJK Dorong Perbankan Biaya Ekspor, Zulmi: Sayang Akses Pemasaran Minim

"Dengan adanya direct call bisa pengiriman langsung ke negara tujuan sehingga lebih mudah," ujarnya via pesan WhatsApp, Kamis (7/3/2019).

OJK Dorong Perbankan Biaya Ekspor, Zulmi: Sayang Akses Pemasaran Minim
abdiwan/tribuntimur.com
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi Maluku dan Papua Zulmi didampingi Deputy Direktur Pengawasan Bank Teguh Kurniawan mendengarkan pertanyaan wartawan saat pemaparan kinerja perbankan, di Makassar, Selasa (10/7). Pada Mei 2018 total aset perbankan di Sulsel tumbuh 0,38% year on year (YoY) dengan nominal mencapai Rp136,23 triliun. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun ini mendorong perbankan untuk memberi pembiayaan ekspor di Sulsel.

Menggandeng Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), potensi ekspor akan diidentifikasi untuk dijembatani memperoleh pembiayaan.

Tujuan akhirnya adalah memacu sektor ekspor. Terlebih, program pelayaran langsung ke negara tujuan akan mendukung pembukaan kran pembiayaan ekspor ini.

Baca: OJK Tak Bisa Tindak Pinjol Ilegal, Disarankan Lapor Polisi

Kepala OJK Regional 6 Sulawesi, Maluku dan Papua, Zulmi menjelaskan, belum semua eksportir dalam kondisi memadai. Sebab, selain akses pemasaran juga fasilitas pembiayaan yang masih relatif minim jika dibandingkan dengan potensi ekspor yang dimiliki Sulsel.

"Dengan adanya direct call bisa pengiriman langsung ke negara tujuan sehingga lebih mudah," ujarnya via pesan WhatsApp, Kamis (7/3/2019).

Rencananya, OJK akan melibatkan bank BUMN dan bank swasta berskala besar atau bank devisa. Semuanya didorong untuk memacu pembiayaan ekspor.

Baca: Lomba Permainan Rakyat Warnai Syukuran 17 Tahun Kabupaten Mamasa

Sementara, Tim Percepatan Akses Keuangan (TPAKD) diminta untuk mengidentifikasi potensi di segmen ekspor mulai hulu hingga hilirnya.

"Jadi TPAKD yang mencari potensi yang siap memperoleh pembiayaan ini. Kita memfasilitasi untuk mempertemukannya dengan perbankan," kata Zulmi.

Sejauh ini, OJK mencatat yang berperan dalam pembiayaan ekspor adalah Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia LPEI) dengan kucuran sebesar Rp 2,06 triliun di sepanjang 2018 lalu.

Adapun pembiayaan ekspor di TPAKD menjadi program spesifik yakni program fasilitasi akses kredit sektor produksi berorientasi ekspor.

Baca: Satpol PP Barru Kembali Penertiban, 500 Benner Caleg dan Capres Terpaku Dipohon Dicabut

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Hasrul
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved