Bawaslu Sulsel di Luwu Timur: ASN Harus Netral, Politik Uang Bukan 'Dalle'

Anggota Bawaslu Sulawesi Selatan (Sulsel), Saiful Jihad menekankan agar ASN harus netral dalam Pemilu 2019 di Desa Puncak Indah.

Bawaslu Sulsel di Luwu Timur: ASN Harus Netral, Politik Uang Bukan 'Dalle'
Ivan Ismar
suasana kegiatan pengawasan pemilu partisipatif di Hotel Lagaligo, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulsel, Senin (2522019) Anggota Bawaslu Sulawesi Selatan (Sulsel), Saiful Jihad menekankan agar ASN harus netral dalam Pemilu 2019. 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Anggota Bawaslu Sulawesi Selatan (Sulsel), Saiful Jihad menekankan agar ASN harus netral dalam Pemilu 2019.

Hal tersebut Saiful Jihad sampaikan dalam rapat pengawasan pemilu partisipatif di Hotel Lagaligo, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, Senin (25/2/2019).

"Mari jaga politik demokratis dan tolak politik uang serta ASN harus netral. ASN harus bertanggung jawab dengan tugas dan tanggung jawabnya," kata Saiful.

Ia menyarankan ASN harus menjaga netralitas dalam pemilu 2019.

ASN yang tidak netral ada sanksi yang menunggu sesuai aturan yang berlaku.

Ia juga mengajak masyarakat turut berpartisipasi mengawasi jalannya Pemilu 2019 agar tetap demokratis dan bermartabat dengan menolak politik uang.

"Politik uang itu bukan dalle (rejeki) melainkan suap atau sogok menyogok," jelasnya.

Menurutnya, peran masyarakat sangat penting untuk menciptakan pemilu yang bermartabat di Luwu Timur.

"Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri perlu dukungan masyarakat dan pihak terkait," imbuhnya.

Seperti diketahui, pemilu berlangsung 17 April 2019. Warga dihadapkan dengan lima pilihan yaitu DPRD kabupaten, DPRD provinsi, DPR RI, DPD, capres dan cawapres.

Halaman
12
Penulis: Ivan Ismar
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved