Warga Miskin Capai 38 Ribu Jiwa, Hatta Rahman: Ada Oknum Hanya Ngaku
Hatta melanjutkan, sejumlah oknum masih mengaku orang miskin. Oknum tertentu melakukan hal tersebut untuk kepentingan pribadi.
Penulis: Ansar | Editor: Hasrul
TRIBUN-MAROS.COM, TURIKALE - Angka kemiskinan di Maros masih mencapai 10 persen atau sekitar 38 ribu jiwa. Jumlah tersebut berdasarkan data yang dimiliki Pemkab hingga tahun 2018 lalu.
Bupati Maros, Hatta Rahman mengatakan, penanggulangan kemiskinan di wilayah kerjanya mendapat perhatian khusus, dari pemerintah.
"Jumlah warga miskin yang mencapai 38 ribu jiwa. Itu sudah mengalami penurunan dibanding tahun 2013 lalu. Saat itu, warga miskin mencapai 43 ribu jiwa," kata Hatta, Rabu (13/2/2019).
Baca: Kemiskinan di Maros Masih Tinggi, Pemkab dan DPRD Maros Bikin Perda
Baca: JNE Tegaskan Tak Hentikan Pengiriman Lewat Kargo Udara
Hal itu dikatakan Hatta saat melakukan penandatanganan pengesahan Peraturan Daerah (Perda), penanggulangan kemiskinan di gedung DPRD.
Hatta melanjutkan, sejumlah oknum masih mengaku orang miskin. Oknum tertentu melakukan hal tersebut untuk kepentingan pribadi.
Untuk mendapat bantuan dari pemerintah, oknum mengaku miskin. Padahal kehidupannya sudah sejahtera dan tidak tergolong lagi warga miskin.
Baca: Pendaki Dikabarkan Tersesat di Jalur Pos Lima dan Enam Gunung Bawakaraeng
"Saya sudah mendapati hal seperti itu. Karena ada bantuan dari pemerintah jadi, oknum itu masuk dalam daftar orang miskin. Hal seperti ini harus dibenahi terutama bagi yang mendata," kata Hatta.
Pendata juga dicurigai menjadi dalang, adanya oknum menerima bantuan. Kemungkinan warga sejahtera terima bantuan, berkat bantuan dari pendata.
Baca: Diderita Ani Yudhoyono, Inilah Penyebab Kanker Darah atau Leukimia, Jangan Sepelekan
"Karena kenal dekat sehingga oknum itu dimasukkan ke daftar orang miskin. Makanya bantuan kadang tidak tepat sasaran. Ada yang benar-benar miskin tapi tidak dapat bantuan," kata Hatta.
Hatta berharap Perda yang mulai diterapkan tersebut dapat menurunkan angka kemiskinan secara signifikan di Maros.
Laporan Wartawan TribunMaros.com, @anchakaumanshar