Maros Tidak Capai Target, Siswa Kembali Divaksin MR

Penetapan pemberian vaksin MR tahap dua tersebut, berdasarkan instruksi Bupati Maros, nomor 443.32/34/Dinkes tanggal 03 Desember 2018.

Maros Tidak Capai Target, Siswa Kembali Divaksin MR
Ansar
Seorang siswi SMP 1 Maros histeris saat disuntik MR oleh tim medis dari Dinas Kesehatan. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Pemberian vaksin Measle Rubella (MR) terhadap 800 siswa di SMPN 1 Maros, dilakukan oleh Dinas Kesehatan bersama Dinas Pendidikan, Kamis (10/1/2019).

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Maros, Takdir mengatakan, pemberian vaksin MR dilakukan berdasarkan hasil evaluasi penyerapan imunisasi, yang menempatkan Maros pada urutan ke 23 dari 24 Kabupaten di Sulsel.

Baca: 800 Siswa SMPN 1 Maros Divaksin MR, Ada yang Histeris

Baca: Bosowa Berlian Bukukan 7 Ribu Unit Jualan Sepanjang 2018, Tumbuh 15%

Penetapan pemberian vaksin MR tahap dua tersebut, berdasarkan instruksi Bupati Maros, nomor 443.32/34/Dinkes tanggal 03 Desember 2018.

"Instruksi lanjutan pemberian vaksin MR kepada semua siswa tersebut, dikeluarkan, karena Maros sangat tertinggal," katanya.

Takdir mengatakan, hasil evaluasi pelaksanaan vaksin MR, pemerintah menarget realisasi 95 persen, hingga akhir Januari nanti.

Maros gagal memenuhi target imunisasi MR hingga 31 Oktober lalu. Jumlah anak yang divaksi tidak mencapai target skala nasional, 95 persen.

Baca: UPDATE 7 Fakta Pembunuhan Noven Siswi SMK di Bogor, No 4 Sempat Beli Kado dengan Sosok Pria Ini

Baca: Kenalan di Facebook, Siswi SMP di Gowa Ini Disekap Pemuda Nyaris Sebulan! Bagaimana Nasibnya?

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Maros, jumlah anak yang telah vaksin MR hanya tercapai hanya sekitar 54 persen dari target.

Untuk mencapai target pemerintah, Indonesia bebas campak dan cacat tahun 2020, Pemkab mewajibkan anak usia 9 bulan sampai 15 tahun untuk divaksin MR.

"Seharusnya, kampanye MR dilakukan Agustus sampai September 2018. Tapi target vaksin MR minimal 95 persen tidak tercapai di Maros. Makanya ditambah lagi sampai 31 Oktober, tapi hasilnya baru mencapai 54 persen," kata Hatta.

Baca: Baliho Sekretariat DPW Nasdem Sulbar Juga Robek, Diduga Dirusak OTK

Baca: Buronan Kasus Pencurian di Panakkukang Diciduk Usai Bersembunyi di Papua

Halaman
12
Penulis: Ansar
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved